batampos.co.id – Pelaku penyerangan terhadap Ustaz Abu Syahid Chaniago di Masjid Baitussyakur, Jodoh, Batam, Senin (20/9/2021) lalu, pernah menjadi pasien Rumah Sakit Jiwa di Aceh tahun 2018.

Walaupun pernah mengidap penyakit jiwa, polisi menilai tindak
pemukulan yang dilakukan H terhadap Ustaz Abu Syahid Chaniago, tidak berkaitan dengan gangguan jiwa.

”Dari hasil pemeriksaan dokter spesialis kejiwaan RSBP Batam, menyimpulkan bahwa perilaku pelanggaran hukum yang dilakukan H tidak disebabkan oleh gangguan jiwa. Sehingga, direkomendasikan kasus hukum tersangka bisa dilanjutkan,” kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt, Senin (27/9/2021).

Harry mengatakan, setelah keluar hasil analisis dokter spesialis jiwa, penyidik sudah menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

Kasus ini akan dilanjutkan hingga proses pengadilan. Dari pemeriksaan kepolisian, hingga kini, motif pemukulan yang dilakukan oleh H karena tidak suka dengan kegiatan ceramah keagamaan.

H melakukan pemukulan atas inisiatif sendiri, tanpa ada dorongan dari orang lain.

”Pelaku telah kami tahan,” ungkap Harry.

Harry menjelaskan, penahanan terhadap H karena alasan subjektif.

Polisi mengkhawatirkan H akan mengulangi perbuatannya, sebagaiman disebutkan dalam pasal 21 ayat 1 KUHP.

Lalu, alasan objektif. Sesuau pasal 21 ayat 4 huruf B KUHP, polisi dapat melakukan penahanan terhadap H.

”Terhadap pelaku dipersangkakan pasal 351 ayat 1 dan 4 jo 352 dengan ancaman pidana penjara 2 tahun 8 bulan,” ujar Harry.(jpg)