batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengungkapkan, jumlah penderita demam berdarah (DBD) di Kota Batam hingga akhir September 2021 mencapai 439 orang.

Jumlah ini sedikit lebih rendah dibanding periode yang
sama tahun lalu.

“Kalau tahun lalu periode yang sama itu sebanyak 463
kasus,” ujar Didi, Selasa (28/9).

Tahun lalu, sambung dia, ada empat kasus kematian akibat DBD. Namun, di tahun ini belum ada kasus kematian akibat penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut.

Namun begitu, bila dirinci per wilayah, hampir seluruh kecamatan di Batam memiliki kasus DBD. Sementara bila melihat data tahun sebelumnya, Kecamatan Batam Kota masih menjadi kecamatan dengan jumlah kasus DBD tertinggi yakni sebanyak 66 kasus.

“Data ini yang masuk perwilayah, dan belum ada kasus
kematian,” tambah Didi.

Meski begitu, ia tetap mengingatkan agar masyarakat tetap waspada serta peduli terhadap lingkungan. Hal ini lantaran DBD merupakan masalah kesehatan masyarakat di Batam, dengan jumlah penderita yang
fluktuatif.

Jumlah kasus ini biasanya meningkat seiring terjadinya musim hujan. Penyakit ini juga dapat menular pada suatu kawasan, jika nyamuk yang menggigit satu orang dan membawa virus tersebut menggigit orang lain lagi.

“Karena menular (melalui gigitan nyamuk), kita harus tetap waspada,” imbuhnya.

Didi juga mengimbau masyarakat berperan aktif mencegah DBD dengan menggalakkan program 3M plus, yakni menguras bak air dan tempat-tempat penampungan air, lalu mengubur barang-barang bekas yang sudah tak terpakai, kemudian menutup wadah yang berpotensi jadi sarang nyamuk.

“Termasuk membersihkan tempat-tempat kotor dan ku-
muh yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” pungkas Didi.(jpg)