batampos.co.id – Asesmen Nasional (AN) sudah dilaksanakan di sejumlah jenjang pendidikan. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim pun mengatakan, ini akan dapat memetakan kualitas pendidikan di setiap daerah.

Dia mengatakan, dengan mengetahui peta pendidikan, mengejar ketertinggalan akibat learning loss karena pandemi menjadi lebih tersistematis. Untuk itu, AN dilaksanakan pada masa pandemi.

“Itulah makanya ujian nasional sudah kita hilangkan dan digantikan ke asesmen nasional yang fokusnya itu untuk mengukur numerasi, literasi dan juga karakter Pancasila,” jelas dia dalam webinar Bangkit Bareng, Selasa (28/9).

Nadiem mengungkapkan bahwa ini pertama kalinya Indonesia bisa benar-benar melihat dan memetakan per sekolah. Artinya, dengan sistem ini, pemberian bantuan atau pelaksanaan program jadi lebih terarah.

“Mana yang paling membutuhkan bantuan kita, mana yang paling ketinggalan, mana yang tidak terlalu ketinggalan dan kenapa mereka tidak terlalu ketinggalan. Mereka yang ketinggalan bisa dibantu oleh kita,” imbuhnya.

Menurutnya, AN inilah yang akan menjadi base line kementeriannya untuk mengetahui secara detail daerah mana yang kesenjangannya masih tinggi. Diharapkan AN dapat menjadi revolusi dunia pendidikan.

“Jadinya mengukur keberhasilan dan mengukur ketertinggalan menjadi prioritas utama tahun atau kita tidak mengetahui di mana harus butuh bantuan,” tandas Nadiem.(jpg)