batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Muhammad Dali mengatakan progres vaksin terhadap guru dan pelajar di Provinsi Kepri sudah di atas 60 persen. Menurutnya, vaksinasi menjadi salah satu parameter kesiapan Provinsi Kepri menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Menindaklajuti Surat Edaran (SE) Gubernur tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada level 3. Kita juga sudah menyiapkan SE yang akan ditujukan ke sekolah-sekolah,” ujar Muhammad Dali, Selasa (28/9) di Tanjungpinang.

Ditegaskan Dali, Provinsi Kepri sudah siap menggelar PTM terbatas di tengah pandemi Covid-19 ini. Dijelaskannya, untuk guru maupun pelajar yang terlibat dalam PTM itu nanti, diutamakan yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Selain itu tentunya, pelajar yang ikut dalam PTM sudah mendapatkan persetujuan dari orang tua.

“Untuk PTM tidak boleh lebih dari 50 persen dan menggunakan shif belajar (masuk bergiliran). Bagi orang tua yang keberatan, proses pembelajaran tetap akan dilayani dengan Pembelajaran Jajak Jauh (PJJ),” jelas Muhammad Dali.

Lebih lanjut katanya, pihaknya tidak ingin ada kontroversi dalam penerapan kebijakan PTM terbatas ini. Maka dari itu, pilihan diberikan kepada orang tua. Ditegaskannya lagi, menyikapi persoalan ini, pihaknya sudah meminta sekolah untuk menyiapkan skema pembelajaran yang fleksibel.

“Pada hari pertama nanti, pengawas-pengawas sekolah akan standby di sekolah-sekolah yang menjadi tanggung-jawab binaannya,” tegas Dali.

Ditambahkannya, untuk guru yang terlibat pada pembelajaran tatap muka nanti satu hari harus menjalani tes antigen. Hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, masing-masing guru disarankan mendapatkan layanan tersebut di Pusat Kesehatan (Puskesmas) terdekat.

“Selain itu kami juga meminta pihak sekolah membentuk Gugus Tugas Sekolah dan Gugus Tugas Kelas dengan melibatkan Osis dan Pramuka,” tutupnya. (*/jpg)