batampos.co.id – Sebanyak 58 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak memenuhi syarat asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) diberhentikan dengan hormat tepat pada Kamis (30/9) hari ini. Gedung Merah Putih KPK terlihat mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian pada hari perpisahan Novel Baswedan dan kawan-kawan.

Terlihat mobil barakuda, hingga mobil pemadam kebakaran terparkir di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan tepat di depan Gedung Merah Putih KPK.

Pegawai yang dipecat dari sebelumnya berjumlah 57, kini bertambah 58 pegawai. Penyidik KPK Lakso Anindito menerima surat pemberhentian pada Rabu (29/9) kemarin.

“Resmi jadi orang ke 58, surat pemberhentian ditandatangani sehari sebelum tanggal 30 September 2021,” ucap Lakso dikonfirmasi.

Saat dihubungi JawaPos.com, Lakso mengaku dirinya melakukan asesmen TWK susulan karena sebelumnya sedang menyelesaikan pendidikan di luar negeri. Dia mengikuti TWK bersama dua rekan lainnya, tetapi hanya dirinya yang gagal.

“Satu dari tiga orang yang ikut susulan tugas belajar,” ujar Lakso.

Dia mengaku merupakan anak buah dari Kasatgas Andre Dedi Nainggolan yang juga akan diberhentikan pada 30 September 2021. Dia merasa terdapat ketidakadilan, karena harus dipecat dari KPK.

“Rasanya ada ketidakadilan. Karena surat itu baru diberitahu sehari sebelum tanggal 30 September, hanya waktu kurang dari 24 jam, tidak adil, dari sisi ada terburu-buru,” sesal Lakso.

Terpisah, pegawai nonaktif Ita Khoiriyah pada hari perpisahannya di KPK mengunggah kata-kata Presiden keempat RI Abdurrah Wahid alias Gusdur dalam unggahan media sosial Twitter pribadinya.

“Kita yang bukan tokoh mitos, yang punya anak, istri dan keluarga, mengenal rasa takut. Meski takut, kita jalan terus, berani melompati pagar batas ketakutan tadi, mungkin disitu harga kita ditetapkan,” cuitnya menandaskan.(jpg)