batampos.co.id – Sebanyak 1.120 calon praja (capra) resmi dikukuhkan menjadi Muda Praja Angkatan XXXII oleh Mendagri RI yang diwakili oleh Rektor IPDN Dr Hadi Prabowo MM, Rabu (29/9/2021), di kampus IPDN Jatinangor, Jabar.

Rektor IPDN saat membacakan sambutan Mendagri menguraikan, antusiasme tamatan SMA/SMK untuk mendaftar di sekolah kedinasan seperti IPDN naik dari tahun ke tahun.

“Yang mendaftar tahun 2021 berjumlah 42.882 orang, sementara kuota hanya 1.164. Semua harus melewati proses panjang dan ketat,” kata Mendagri.

Sebanyak 1.120 calon praja (capra) resmi dikukuhkan menjadi Muda Praja Angkatan XXXII oleh Mendagri RI. Foto tangkapan layar kanal Youtube Humas IPDN

Dari yang mendaftar secara online tanggal 9 hingga 30 April tersebut, yang mengupload dokumen sebanyak 36.570 dan yang memenuhi syarat setelah diverifikasi adalah 33.903 atau 93 persen. Sementara 2.657 tidak verified atau sebesar 7 persen.

Berikutnya, peserta harus mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis komputer (CAT, computer assisted test) di BKN Pusat, regional, dan kantor-kantor BKN daerah (UPT), serta tempat pelaksana SKD mandiri di Sumbar dan NTT.

SKD dilaksanakan pada 3-28 Juni 2021 secara bertahap. Yang mengikuti SKD tinggal 30.513 orang, tidak hadir 1.951, dan yang lulus hanya 2.918 setelah dilakukan perankingan sesuai quota daerah masing-masing.

Selanjutnya test kesehatan tahap I, dilakukan Pusdokkes Mabes Polri dan Bidokkes Polda, 22-23 Juli 2021. Di sini pun peserta kembali menyusut karena hanya diikuti 2.701 orang (tidak hadir 217), dan yang memenuhi syarat (MS) hanya 1.626 orang. Untuk Kepri, pada tahap ini peserta tinggal 18 orang dari 400 yang mengikuti SKD. Kepri hanya diambil 45 orang dari ranking SKD.

Test berikutnya adalah psikologi, integritas dan kejujuran pada 12 Agustus 2021. Dari 1.626 peserta, yang hadir tinggal 1.603, sementara 23 tidak hadir, dan yang memenuhi syarat tinggal 1.379 peserta.

Terakhir adalah tes pantukhir (penentuan tes terakhir), 23-26 Agustus 2021, masih dilaksanakan di 34 Polda se-Indonesia. Dari 1.379 peserta, gugur lagi 6 orang, maka tinggal 1.123 yang memenuhi syarat.

“Dari jumlah tersebut, tidak mencapai quota yang diberikan Kemenpan RB yakni 1.164 orang. Di tahap registrasi 7 sampai 12 September 2021, tiga orang mengundurkan diri, yakni 1 dari Kepri, 1 dari Kalteng, dan 1 dari Maluku,” kata Mendagri. Sehingga tersisa 723 pria dan 397 wanita atai total 1.120.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepri meloloskan 15 peserta dari 18 kuota yang diberikan. Ke-15 capra itu adalah Alif Fajar Melpa Wijaya (Batam), Annisa Altis Safitri (Bintan), Arbi Yuliano (Batam), Bintana Putera Casandra (Batam), Corry Valencia Tindaon (Batam), dan Donny Gabriel Hutagalung (Batam), Gilang Cahyo Santoso (Batam), Hana Fathiya (Natuna).

Kemudian, Muhammad Fauzan (Batam), Ramadhoni Dwianto (Batam), Refaldo Ramadhan (Batam), Said Fathurrahman Muhazib (Tanjungpinang), Silva Wira Wangsa (Batam), TF Alviano Sinaga (Batam), dan Wanda Wulandari (Batam). Dua nama dari jalur afirmasi nasional yang masuk ke Kepri adalah Mellya Ginta dan Siti Nurhaliza.

Berdasarkan penelusuran media, 1 dari Kepri yang mengundurkan diri setelah pantukhir adalah Annisa Altis Safitri dari Bintan. Padahal Annisa ikut berangkat bersama rombongan pada 7 September dan sudah menginap di hotel bareng rombongan sebelum rencananya masuk ke kampus.

Pengukuhan tahun ini adalah kali kedua tidak mengundang para orangtua praja. Karena situasi pandemi, para orang tua hanya dapat mengikuti prosesi melalui live streaming di kanal youtube Humas IPDN.(*)