batampos.co.id – Pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali penyelenggaraan umrah sejak Agustus 2021. Namun, belum semua negara bisa memberangkatkan jamaah mereka.

Adapun hingga saat ini, Saudi baru memberikan izin bagi jamaah dari 10 negara, yaitu Irak, Nigeria, Sudan, Jordan, Senegal, Bangladesh, Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan Uni Emirat Arab.

Kedatangan jamaah kali pertama di Saudi pada 14 Agustus lalu. Sampai saat ini, tercatat sudah 12 ribu jemaah yang berumrah.

Lantas, bagaimana penyelenggaraan umrah di masa pandemi seperti sekarang ini?

Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali mengatakan bahwa penyelenggaraan umrah saat pandemi berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Khususnya soal vaksinasi Covid-19.

Diketahui, jamaah yang sudah mendapatkan dua kali vaksin dengan vaksin yang digunakan Arab Saudi, atau dua kali vaksin selain vaksin yang digunakan Saudi lalu ditambah dengan booster, mereka tidak menjalani karantina setibanya di Jeddah atau Madinah. Mereka bisa langsung menjalankan ibadah.

“Selama di Makkah dan Madinah, jamaah mendapat kesempatan sekali menjalankan umrah, dan sekali salat di Raudhah (Taman Surga/tempat mustajab berdoa berlokasi di Masjid Nabawi, Red),” kata dia dalam keterangannya, Rabu (29/9).

“Adapun untuk Salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, itu bisa dilakukan setiap waktu,” sambung dia.

Bagi jamaah yang baru mendapatkan satu kali vaksin, maka dia harus menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu selama empat hari. “Arab Saudi selama ini menggunakan empat jenis vaksin, yaitu Pfizer, AstraZeneca, Jhonson&Jhonson, serta Moderna,” pungkas Endang.(jpg)