batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam langsung bergerak cepat mendistribusikan 60 ribu dosis vaksin ke puskesmas yang ada di Batam. Hal ini mengingat masa berlaku vaksin hingga Desember mendatang.

”Langsung dikirim nanti ke puskesmas. Karena kami ingin vaksin ini cepat digunakan. Saat ini capaian vaksin baru akan mendekati angka 85 persen. Jadi, bantuan ini tentu cukup membantu masyarakat yang tengah menunggu vaksin,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Rabu (29/9).

Ia mengakui, jumlah warga yang belum divaksin tak banyak lagi. Vaksin AstraZeneca bantuan dari Singapura akan didistribusikan melalui 21 titik puskesmas di Kota Batam.

”Perangkat RT dan RW sama-sama bergerak untuk melakukan pendataan terhadap warga yang belum divaksin. Jadi nanti petugas akan buka posko vaksin di perumahan warga untuk mempermudah pelaksanaan vaksin,” ujarnya.

Untuk menghindari adanya kerumunan massa di puskesmas akan diatur waktu pelaksanaannya. Sehingga tidak berbenturan warga sekali datang dalam kurun waktu yang sama baik untuk dosis pertama dan dosis kedua.

”Misalnya jam sekian sampai sekian dosis pertama, selanjutnya dosis kedua, begitu seterusnya. Atau sebaliknya hari ini dosis pertama, besok dosis kedua. Jadi, masih ada 18 persen untuk dosis pertama. Tak banyak lagi warga yang mau divaksin,” ucapnya.

Amsakar optimistis vaksin ini akan habis sebelum masa expiration date (masa kedaluwarsa). Pihaknya sudah merapatkan hal pendistribusian dan penyuntikan vaksin ini dalam waktu sesingkat mungkin.

”Pendataannya kita koordinasikan melalui lurah, camat, RT, dan RW. Menurut saya jumlah 60 ribu dosis ini bisa habis dalam waktu satu minggu karena satu hari saja petugas kesehatan bisa suntik hingga 20 ribu lebih,” tutupnya. (*/jpg)