batampos.co.id – Sales Area Manager Pertamina Kepri, Fachrizal Imaduddin menjelaskan terkait Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi untuk kapal penumpang non pelni di Kepri sudah ada penetapan kuota dari Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas (Migas) walaupun stok masih banyak tidak dapat disalurkan oleh
Pertamina.

”Pertamina adalah penyalur. Kuota dan penetapannya dari BPH Migas sebagai acuan kami, meski stok minyak subsidinya banyak,” kata Fachrizal, Kamis (30/9/2021).

Fachrizal menyebutkan kondisi itu tidak hanya terjadi di Provinsi Kepri melainkan terjadi secara nasional.

Untuk kapal penumpang non pelni yang tidak terdaftar di Surat
Keputusan (SK) BPH maka sementara waktu belum bisa dilayani dengan BBM subsidi.

Sehingga saat ini layanan yang bisa dimanfaatkan oleh kapal itu adalah BBM non subsidi yang tentu masih tersedia.

”Terkait hal ini kami juga sudah report ke tim pusat dan kami juga menunggu konfirmasi dari BPH Migas,” ujarnya.

Kuota BBM subsidi untuk konsumen kapal penumpang non Pelni diatur secara spesifik bahkan diatur hingga nama kapal penerimanya yang tercatat dalam sistem untuk penyaluran di seluruh wilayah.

”Intinya kami siap menyalurkan, sesuai ketentuan, karena kalau menyalahi aturan akan beresiko pastinya,” terangnya.

Ia berharap secepatnya ada konfirmasi terbaik atas laporan yang disampaikan pihaknya ke BPH Migas.

Secara nasional seluruh kapal penumpang non pelni juga terkendala. Sebelumnya diberitakan, kapal penumpang non pelni dari Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang tujuan Lingga tidak beroperasi hari karena tidak ada BBM.

”Untuk kapal tujuan Lingga dan Dabo Singkep tak jalan karena nggak ada BBM,” kata Petugas Keselamatan Berlayar Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang, Marta Wilaya, Rabu (29/9) kemarin.(jpg)