batampos.co.id – Warga Marina, Sekupang, mengeluhkan kondisi jalan di perumahan mereka yang penuh lumpur. Jalan berlumpur itu juga sangat membahayakan pengendara. Sebab, banyak pengendara menjadi korban karena terjatuh.

”Kemarin ada pengendara jatuh akibat licin, pokoknya sudah sangat membahayakan. Apalagi kondisi hujan saat ini,” ujar Andi, warga sekitar, Kamis (30/9).

Menurutnya, aktivitas pengangkutan tanah di sekitar Marina, tidak hanya membuat jalan menjadi rusak, namun juga membuat jalan menjadi licin. Tanah yang bercampur air itu menutupi hampir seluruh ruas jalan Marina.

”Udah enggak nampak lagi aspal jalan akibat ceceran tanah. Kalau pengendara enggak hati-hati, bisa terjatuh,” ungkap Andi.

Hendra, warga lainnya, mengaku, hancurnya jalan yang baru diselesaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri itu disebabkan oleh maraknya aktivitas truk proyek pengangkut tanah yang lalu lalang di lokasi tersebut.

Kondisi ini tentu saja sangat disayangkan. Hal ini mengingat jalan itu baru saja selesai dan menjadi penghubung masyarakat dari Kecamatan Batuaji menuju ke Tanjungriau.

”Padahal baru saja kita menikmati jalan mulus, sekarang sudah hancur lagi,” sesalnya.

Banyaknya lubang akibat pecahan aspal lintasan truk pengangkut tanah tersebut mulai mengganggu pengendara. Sebagian besar pengendara harus mengurangi kecepatan ketika melewati jalan rusak tersebut. Bahkan sudah ada dari mereka yang menjadi korban.

”Karena gak lihat mungkin, ada pengendara motor yang jadi korban,” ujar Andika.

Pantauan Harian Batam Pos di lokasi, selain di sisi kiri ruas jalan yang hancur, sebagian jalan di sisi kanan khususnya yang baru selesai diaspal juga sudah mulai berlubang. Bahkan di depan Hotel Harris, jalan rusak parah. Pengendara motor dan mobil yang melewati jalan ini harus mengurangi kecepatan.

”Makin parah saja. Mau puluhan kali diaspal kalau begini terus ya rusak terus lah jalan kami. Padahal kita baru menikmati jalan ini,” ujar Anton, warga Marina.

Ia berharap, pemerintah segera turun tangan menertibkan truk pengangkut tanah. Sebab jika terus dibiarkan, kerusakan jalan akan semakin parah dan mengancam keselamatan pemotor.

”Di sini banyak objek wisata juga, kalau seperti ini terus jalan rusak, siapa yang mau datang ke sini,” sesalnya. (*/jpg)