batampos.co.id – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kemarin mengumumkan kedatangan vaksin AstraZeneca. Sebanyak 796.800 dosis vaksin itu merupakan donasi pemerintah Italia melalui Covax Facility. Pada Sabtu (2/10), Indonesia juga akan kembali menerima 600 ribu vaksin AstraZeneca dari pemerintah Prancis melalui jalur bilateral.

Retno memastikan, diplomasi vaksin akan bekerja untuk mengamankan kebutuhan vaksin bagi keperluan rakyat Indonesia. Dengan upaya kuat selama ini, Indonesia telah menyuntikkan lebih dari 140 juta dosis vaksin, salah satu yang terbesar di Asia setelah Tiongkok, India, dan Jepang.

Duta Besar Italia untuk Indonesia Benedetto Latteri mengatakan, dengan donasi tersebut, Italia menunjukkan persahabatan dan dukungan kepada pemerintah Indonesia dalam memerangi Covid-19. ”Italia telah melipatgandakan sumbangan ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah melalui Covax Facility. Dari 15 juta menjadi 45 juta dosis pada akhir 2021 senilai lebih dari 385 juta euro,” ujarnya.

Sementara itu, para penyintas Covid-19 diperbolehkan divaksin sebulan setelah dinyatakan sembuh. Durasi itu lebih pendek daripada sebelumnya.

Selain itu, dalam aturan baru, jangka waktu tersebut disesuaikan dengan derajat keparahan. Pada beleid sebelumnya, derajat keparahan tersebut tidak menjadi pertimbangan.

Aturan baru itu tertuang dalam Surat Edaran Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.01/I/2524/2021 tentang Vaksinasi Covid-19 bagi Penyintas. Aturan tersebut menggantikan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/4638/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.(jpg)