batampos.co.id – Meski kasus Covid-19 terus mengalami penurunan, namun pemerintah pusat masih menetapkan Kota Batam masuk dalam daftar Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pertimbangan utama pemerintah pusat menetapkan Batam masih masuk daftar level 3 dikarenakan menjadi salah satu pintu masuk pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Sehingga kata dia, apabila ada PMI yang terkonfirmasi positif akan masuk dalam daftar jumlah kasus Covid-19 Kota Batam.

Tenaga medis RS Bunda Halimah Kota Batam melakukan vaksinasi kepada ibu hamil. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

“Kalau nanti (data PMI yang terkonfirmasi Covid-19,red) bisa kita pisahkan, maka Kota Batam sudah masuk dalam level 1,” ujarnya saat menghadiri pelantikan Perempuan Tani HKTI Kepri, Rabu (29/9/2021) lalu.

Wali Kota juga meminta peran serta masyarakat untuk menjadi pelopor vaksinasi.

Caranya yakni dengan mencari warga yang belum divaksin. Kata dia saat ini mayoritas warga yang mengikuti vaksinasi dosis kedua.

“Saat ini masih ada sekitar 18 persen (warga Batam,red) yang belum divaksin dosis pertama. Artinya jika kita ingin mencapai 100 persen, kita harus mencari, mencari dan mencari (warga yang belum divaksin dosis 1,red),” ujarnya.

Ia mengatakan, apabila vaksinasi di Kota Batam telah mencapai 100 persen pada akhir tahun 2021, Singapur dipastikan akan buka pintu untuk Warga Negara Indonesia, khususnya warga Batam.

“Kita butuh negara lain, kalau ini tidak kita lakukan, kita akan begini-begini saja,” paparnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, hingga Kamis (30/9/2021) total jumlah pasien Covid-19 mencapai 25.782 orang.

Dengan rincian 24.914 orang sembuh, 837 meninggal dunia dan 31 orang masih dalam perawatan.

Pasien Covid-19 di Kota Batam didominasi oleh pria dengan jumlah mencapai 13.492 orang dan wanita 12.290 orang.(esa)