batampos.co.id – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Batam mengusulkan 60.100 warga miskin sebagai penerima bantuan dari Kementerian Sosial
(Kemensos).

Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ini naik bila dibandingkan tahun lalu yang hanya 55 ribu orang atau terdapat 5.100 orang miskin baru di Batam.

Kepala Dinsos-PM Batam, Hasyimah, mengatakan, setiap tahun Kemensos mengirimkan DTKS untuk diverifikasi ulang, guna validasi data.

Hal ini penting dalam mengusulkan penerima bantuan untuk tahun berikutnya.

”Data yang kami terima dari Kemensos itu yang kami verifikasi melibatkan pencacah di tingkat kelurahan. Mereka yang meninggal akan dikeluarkan dari data dan digantikan dengan data orang miskin baru. Sehingga tidak ada data penerima fiktif,” kata dia, Jumat (1/10/2021).

Setelah diverifikasi, kembali diusulkan ke pusat. Tahun ini, akibat dampak pandemi Covid-19, angka kemiskinan di Batam mengalami peningkatan.

Sehingga warga miskin Batam yang diusulkan menerima bantuan dari Kemensos bertambah dari 55 ribu tahun lalu menjadi 60.100 orang. Ada kenaikan sekitar 5.100 orang miskin baru.

Hal ini juga terjadi di tingkat nasional. Untuk itu, data yang diusulkan lebih banyak untuk bisa mendapatkan bantuan tahun depan.

Hasyimah menambahkan, pembaruan data rutin dilakukan setiap tahun. Dalam beberapa tahun ini, angka kemiskinan cukup fluktuatif.

Karena banyak yang kehilangan pekerjaan, sehingga ada penambahan orang miskin.

”Kalau usulan setiap hari pasti ada. Karena kondisi memang masih sulit. Biasanya lurah melaporkan ke kami terkait usulan ini. Nanti tim akan turun untuk mengecek, sebelum akhirnya diusulkan ke pusat sebagai penerima bantuan,” bebernya.

Ia berharap usulan Pemerintah Kota (Pemko) Batam terkait DTKS ini disetujui pusat. Sehingga makin banyak yang bisa merasakan bantuan dari pusat tersebut.

Ke depan diharapkan pandemi cepat usai dan ekonomi Batam kembali seperti dulu.(jpg)