batampos.co.id – Hasil asesmen Provinsi Kepulauan Riau berada pada tingkat 2 berdasarkan Laporan Harian Situasi Covid-19 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI secara online pada Kamis, 30 September 2021. Jadi Kepri bakal turun dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 ke PPKM level 2.

Lalu apa bedanya PPKM level 3 dan PPKM level 2? Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Mochammad Bisri mengatakan PPKM level 3 dan 2 tidak ada perbedaan siginifikan. Menurut dia, sebenarnya mau PPKM level 3 atau 2 maupun 1, potensi penularan Covid-19 selalu ada. Sebab, penularan yang terjadi adalah antar-komunitas.

”Makanya begitu ada satu temuan kasus baru, kami tingkatkan tracing-nya,” ujarnya.

Ia mengatakan, potensi kasus naik selalu terbuka lebar. Sebab, diduga masih ada kasus-kasus yang tidak terdeteksi. Sehingga, ia meminta masyarakat agar selalu memperhatikan protokol kesehatan dengan baik dan benar.

”Paling penting itu jangan berkerumun dan jauhi keramaian. Satu hal yang paling penting lagi, pakai masker dan cuci tangan. Dengan menerapkan ini, masyarakat sudah membantu pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19,” ucapnya.

Selain itu, Bisri meminta masyarakat yang belum vaksin, agar segera menyambangi sentra-sentra vaksinasi. Lalu, masyarakat yang baru vaksinasi dosis pertama, agar melengkapi untuk dosis kedua.

”Kami pun berusaha agar menyelesaikan program vaksinasi,” kata Bisri.

Ia mengaku, saat ini sebanyak 18 persen masyarakat Kepri belum divaksin sama sekali. Berdasarkan data Dinkes Kepri, 18 persen ini kebanyakan adalah warga-warga yang berada di hinterland atau pulau-pulau kecil.

”Makanya agak berat perjalanan kami menuntaskan vaksinasi 100 persen ini. Karena medan yang ditempuh sangat jauh dan sulit. Tapi, kami akan tetap laksanakan vaksinasi ini, hingga ke pulau-pulau terluar,” tuturnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kepri, sebanyak 1.288.911 orang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Sedangkan dosis kedua sebanyak 885.053 orang.

”Dosis pertama itu masih ada 18 persen lagi, sedangkan dosis kedua targetnya masih sebanyak 25 persen lagi,” pungkas Bisri. (*/jpg)