batampos.co.id – Capaian vaksinasi Covid-19 untuk dosis kedua di Kota Batam masih rendah. Dimana, dari
laporan harian yang disampaikan Tim Gugus Tugas
Covid-19 Batam, capaian vaksin dosis kedua baru mencapai sekitar 57 persen, jauh dibanding dengan dosis pertama yang sudah di atas 82 persen.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ides Madri, mengapresiasi semua pihak yang menggesa vaksinasi, terutama dosis pertama sehingga capaian vaksinasi di wilayah ini cukup tinggi. Namun, vaksinasi dosis kedua juga semestinya juga digesa sehingga seimbang.

”Memang terkait vaksin Covid-19, dosis kedua yang masih rendah. Kami beberapa kali mempertanyakan ke Dinas Kesehatan, katanya terkait pengadaan vaksin sendiri yang masih sedikit terkendala,” ujar Ides, Senin (4/10/2021).

Sementara, sambung Ides, animo masyarakat Kepri khususnya Kota Batam untuk mendapatkan suntikan vaksin cukup tinggi.

Sehingga, ia mendorong agar pemerintah provinsi untuk meminta kuota vaksin yang lebih banyak lagi ke pusat. Sehingga, jumlah warga yang sudah vaksin dosis kedua di Kota Batam dapat mengimbangi capaian dosis pertama.

”Mungkin vaksin itu sendiri yang memang kurang. Karena kalau kita lihat, di vaksin pertama sudah cukup
tinggi animonya,” katanya.

Terkait dengan adanya bantuan vaksin dari pemerintah
Singapura jenis AstraZeneca (AZ) sebanyak 122.400 dosis untuk Kepri dan 60 ribu dosis untuk Batam, Ides mengatakan bahwa vaksinasi ini merupakan program nasional dan pemerintah daerah sifatnya hanya melaksanakan dan memberi laporan.

Dimana, untuk ketersediaan vaksin dilakukan oleh pemerintah pusat kemudian didistribusikan ke provinsi yang kemudian disalurkan ke pemerintah kabupaten/kota.

”Jadi kita berharap kalau memang ada bantuan yang
sifatnya seperti itu, kita berterima kasih. Cuma problemnya, kalau vaksin pertama misalnya Sinovac dan untuk vaksin keduanya AstraZeneca, kan tidak bisa. Jadi harus paralel vaksin pertama dan kedua,” katanya.

Dengan adanya bantuan dari pemerintah Singapura itu, ia mendorong agar pemerintah Kota Batam untuk segera melakukan vaksinasi kepada masyarakat yang telah menerima vaksin AstraZeneca di dosis pertama.

Agar, capaian vaksinasi untuk dosis kedua bisa mengimbangi capaian dosis pertama.

”Tapi kita juga mengimbau kepada masyarakat jangan
terlena walaupun sudah ada vaksin pertama atau kedua, tetaplah waspada. Lakukan protokol kesehatan karena tidak ada jaminan terbebas dari Covid-19,” imbuhnya.(jpg)