batampos.co.id – Singapura masih menghadapi situasi darurat Covid-19. Saat ini hunian tempat tidur di unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit melonjak dua kali lipat.

“Naik dari 26 persen menjadi 53 persen selama tiga bulan terakhir,” kata Menteri Senior Negara Kesehatan Janil Puthucheary di Parlemen, Senin (4/10). “Kondisi ini telah memengaruhi kapasitas perawatan kesehatan di Singapura,” katanya.

Singapura telah mencatat lebih dari 2.000 kasus infeksi harian dalam beberapa hari terakhir, dengan beban kasus harian mencapai rekor 2.909 kasus pada Jumat lalu. Seiring dengan peningkatan kasus, semakin banyak pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Hingga Minggu (3/10) siang, ada 1.337 kasus Covid-19 dirawat di rumah sakit, 250 kasus membutuhkan suplementasi oksigen, dan 35 dalam kondisi kritis di ICU.

Puthucheary mencatat bahwa secara keseluruhan, sekitar 15 persen tempat tidur rumah sakit di rumah sakit umum digunakan untuk sekitar 10 persen dari semua kasus Covid-19. Mereka yang membutuhkan oksigen atau perawatan ICU merupakan 2 persen dari total kasus. Mereka yang parah, kebanyakan tidak divaksinasi atau lanjut usia.

Selain tingkat hunian ICU, hunian tempat tidur isolasi juga meningkat dari 58 persen menjadi 86 persen dalam tiga bulan terakhir. Di fasilitas perawatan masyarakat, hunian tempat tidur meningkat lebih dari tiga kali lipat dari 10 persen menjadi 35 persen.

“Unit gawat darurat rumah sakit umum melonjak 8 kali lipat dalam jumlah pasien dengan hasil positif ART (tes cepat antigen) atau PCR (reaksi berantai polimerase) yang mencari bantuan medis,” kata Puthucheary.

Dia menambahkan, sebelum dua pekan terakhir, pihak berwenang membutuhkan waktu maksimal 12 jam sejak hasil tes PCR positif untuk membawa pasien Covis-19 berusia di atas 70 tahun ke rumah sakit. Tetapi dengan beban kasus tinggi saat ini, rata-rata waktu yang dibutuhkan telah mencapai 48 hingga 72 jam.

Ambulans pun langka. Kementerian Kesehatan Singapura telah menyiapkan armada khusus 95 ambulans lagi untuk membawa pasien Covid-19 ke berbagai fasilitas kesehatan. Selain itu, rumah sakit telah menambah 74 tempat tidur ICU, meningkatkan kapasitas menjadi total 187 tempat tidur untuk pasien Covid-19 dengan kondisi parah.

“Tempat tidur tambahan di ICU dapat dibuka dalam waktu singkat, jika diperlukan,” katanya. “Kami juga bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan swasta untuk menambah tenaga kerja kami,” pungkas Puthucheary. (jpg)