batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, kota yang dipimpinnya saat ini sudah berada di level satu.

Hal itu dikarenakan saat ini warga Kota Batam yang sedang dalam perawatan karena Covid-19 hanya tersisa satu orang.

“Hari ini di Batam yang di rumah sakit tinggal satu orang. Di luar rumah sakit yang isolasi terpadu atau mandiri masih ada tapi tidak masuk hitungan BOR,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hitungan BOR hanya dilakukan kepada warga yang mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Tapi lanjutnya saat ini masih ada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjalani perawatan di RSKI Galang dan itu masuk dalam daftar jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam.

Wali Kota Batam/Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, meninjau kegiatan vaksinasi yang digelar Pikori BP Batam di Asrama Haji, Kota Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Karena itu, ia berharap PMI yang menjalani perawatan di RSKI Galang tidak masuk dalam daftar pasien Covid-19 di Kota Batam.

“Kalau cara hitungan ada enam komponen, kita sudah level 1. Tapi keputusan menteri level dua kita ikut saja. Tapi sebagai pimpinan daerah saya merasa kita sudah level 1 dan itu tidak menjadi titik berat untuk saya mengambil kebijakan,” paparnya.

Ia menjelaskan status level dua untuk Kota Batam ditetapkan hingga 18 Oktober 2021.

Ia berharap pada 19 Oktober 2021 mendatang, status Kota Batam sudah berubah menjad level 1.

“Level sebenarnya tidak ada masalah, yang penting kita menjalankan protkes dan ekonomi saat ini sudah kita bebaskan semua. Mudah-mudahan ekonomi kita bisa cepat bangkit kembali,” katanya.

Wali Kota juga mengatakan, dalam menyelesaikan Covid-19 tidak bisa dilakukan oleh sebagian tapi harus dilaksanakan oleh semua pihak.

“Gelombang kedua sudah berakhir tapi bukan berarti ini selesai. Masih ada gelombang ketiga dan keempat, itu menurut para pakar,” ujarnya.

Ia menjelaskan tugas semua pihak hari ini adalah bagaimana agar gelombang ketiga tidak seperti saat ini.

“Salah satu caranya adalah semua harus divaksin,” katanya.

Saat ini lanjutnya sudah 83 persen masyarakat Kota Batam yang telah divaksin dan 17 persen lainnya belum divaksin.

“17 persen ini, jumlah masyarakatnya ada 140 ribuan orang. Itu usia 18 tahun ke atas, sementara usia 12 sampai 17 tahun itu ada 20 ribuan orang dan vaksin kita mencukupi,” tuturnya.(esa)