batampos.co.id – Kota Batam diperkirakan kehilangan sekitar Rp10 trilun dari sektor pariwisata akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Ia mengatakan, pariwisata menjadi sektor yang paling merasakan dampak utama dari pandemi Covid-19.

“Wisata sebelum Covid-19 hampir 2 juta wisatawan mancanegara yang datang ke Batam,” katanya Selasa (5/10/2021) saat menghadiri vaksinasi yang digelar PIKORI BP Batam di Asrama Haji, Batam Kota.

Ia menjelaskan, apabila setiap wisatawan berkunjung ke Kota Batam selama 3 hari dan mengeluarkan sekitar Rp5 juta, maka ada sekitar Rp10 triliun uang yang tidak berputar di Kota Batam.

Ilustrasi. Wisatawan asal Singapura berfoto bersama dengan latar belakang landmark Welcome To Batam. Foto diambFoto: Dalil Harahap/Batam Pos

“Tugas kita bukan hanya investasi, tapi ekonomi rakyat kecil ini harus kita selamatkan. Salah satu cara untuk menyelamatkannya ada wisata.,” jelasnya.

Karena itu lanjutnya salah satu cara agar wisatawan mancanegara khusus dari Singapura dan Malaysia dapat kembali berkunjung ke Kota Batam adalah vaksinasi.

Menurutnya apabila 100 persen warga Kota Batam telah divaksin untuk dosis pertama dipastikan negara tetangga, Malaysia dan Singapura akan membuka pintu bertandang ke Batam.

“Kita targetkan November nanti 100 persen warga Batam telah divaksin dosis pertama. Saat ini baru 83 persen yang telah divaksin dan masih ada 17 persen lagi yang belum,” ujarnya.

Vaksinasi kata dia, merupakan salah satu cara untuk menjalankan travel bubble. Di Kota Batam sendiri lanjutnya wilayah Nongsa akan menjadi percontohan.

“Ini (vaksinasi) untuk mengejar itu (travel bubble,red). Jadi bukan 70 persen lagi harus 100 persen,” jelasnya.

Ia menjelaskan apabila seluruh warga Kota Batam telah divaksinasi, pihaknya akan membuat laporan ke pemerintah pusat dan ke Menteri Luar Negeri Singapura.

“Yang sering berkomunikasi dengan saya pak Maliki, Wakil Menteri Singapura tentang perkembangan vaksinasi ini. Supaya (travel bubble,red) sudha mulai dibuka. Terutama Nongsa dan Bintan. Dua kawasan ini yang akan dijadikan contoh,” jelasnya.(esa)