batampos.co.id – Sejumlah pengendara bermotor di Kota Batam mulai kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium.

Bahkan, sejumlah SPBU di Batam tak lagi menyediakan premium. Novi, warga Batam Center, mengaku sudah berkeliling ke beberapa SPBU untuk mendapatkan premium.

Meski begitu, ia tetap tak mendapatkan premium untuk mengisi bahan bakar mobilnya.

“Sudah berkeliling mulai dari SPBU Bandara, Kapital, Nongsa, KDA dan Batam Center, semuanya kosong,” terang wanita berusia 30 tahun itu.

Bahkan menurutnya, beberapa SPBU yang rutin ia kunjungi untuk mengisi premium, kini tak lagi menyediakan BBM penugasaan khusus Pertamina tersebut.

Sejumlah kendaraan antre untuk mengisi BBM di salah satu SPBU di kawasan Batam Center, Kota Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Hal ini membuatnya kecewa, karena lokasi SPBU tersebut dekat dengan tempat tinggalnya.

“SPBU Bandara tak lagi menjual premium, di Kapital juga tak ada. Kalau KDA tadi kosong juga, besok kata petugasnya juga tak ada. Jadi bingung mau cari di mana,” keluh Novi.

Dikatakannya, sulitnya mencari premium baru ia rasakan seminggu belakangan ini.

Sebelumnya, di beberapa SPBU masih bisa mendapatkan premium dengan mudah meski dengan pembelian terbatas, yakni Rp 100 ribu untuk sekali pengisian.

“Ini ada apalagi, kok bikin susah masyarakat saja. Kondisi seperti ini harusnya pemerintah lebih perhatian ke masyarakat menengah ke bawah, bukannya dibikin sulit seperti ini,” kesalnya.

Hal senada dirasakan Romi, warga Bengkong yang juga kesulitan mendapatkan premium.

Ia juga sudah berkeliling beberapa SPBU untuk mencari premium, namun hasilnya tetap sama.

“Akhirnya isi pertalite yang harganya lebih mahal. Biasanya beli premium Rp 100 ribu dapatnya 15 liter lebih, kalau pertalite dapatnya cuma 12 liter, jelas rugi tiga liter,” terang Romi.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, menduga kelangkaan premium terjadi karena mobil pelangsir yang mendominasi pembelian BBM tersebut.

Sebab, dari segi kuota premium yang disalurkan setiap hari, tak ada pengurangan.

“Bahkan untuk premium kuotanya selalu berlebih. Ini dikarenakan ada pelangsir, kemarin sempat kami amankan di daerah Batuaji dan Sagulung,” katanya.

Gustian mengaku sudah berkoordinasi dengan Pertamina, agar penyaluran premium tak dibatasi.

Karena, masih banyak masyarakat yang membutuhkan premium untuk kendaraan mereka.

“Untuk SPBU itu rata-rata pengisian pukul 17.00, kalau siang khusus minyak (premium) bagi nelayan,” pungkasnya.(jpg)