Jimmi Ho, namanya memang tidak setenar sang ayah Hartono, pengusaha sukses di Kota Batam.

Diawal karirnya, ia hanya dikenal sebagai penjual tiket kapal Prima Ferry. Namun lambat laun kerja kerasnya membuahkan hasil, hingga dipercaya sebagai Direktur Utama PT Citra Buana Prakarsa Group.

Angga Syahbana Putra – Batam

batampos.co.id – Dengan hangat Jimmi Ho mempersilahkan wartawan batampos.co.id untuk memasuki ruang kerjanya di lantai 18 Menara Aria, Harbour Bay, Batam.

Di ruangan yang dominasi warna putih itu, Jimmi, kerap menerima tamu dan menghabiskan waktu untuk memikirkan pengembangan perusahaan yang dipimpinnya.

Suasana semakin hangat saat ia mulai menceritakan awal karirnya sebagai penjual tiket kapal ferry. Padahal kala itu dirinya adalah seorang sarjana lulusan Inggris.

“Setelah lulus kuliah saya kembali ke Batam tahun 2012 dan langsung bekerja di PT Citra Buana Prakarsa Group. Awalnya disuruh jual tiket kapal, dulu namanya Prima Ferry,” ujarnya, Selasa (5/10/2021).

Tidak lama kemudian dengan kemampuan yang dimilikinya, Jimmi dipercaya untuk menjadi Asisten General Manager (GM) Harbour Bay Mall yang berada di area Batu Ampar.

Amanah tersebut dijalankannya dengan baik. Hari-hari dilalui dengan mempromosikan keunggulan Harbour Bay Mall. Salah satunya yakni lokasinya yang satu area dengan Pelabuhan Harbour Bay dan menjadi pintu masuk bagi wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura dan Malaysia.

Direktur Utama PT Citra Buana Prakarsa Group, Jimmi Ho. Foto: Angga Syahbana Putra/batampos.co.id

Guna mengasah kemampuannya, pria kelahiran 24 September 1988 itu diminta untuk menjadi seorang marketing. Tugasnya kian meluas, yakni memasarkan kawasan Harbour Bay kepada para investor.

“Di sini (marketing,red) saya banyak belajar mengenai strategi menjual,” tuturnya.

Tidak lama kemudian, pria yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah Yos Sudarso itu diminta untuk bergabung didalam bidang Business Development.

Di tempat yang baru, anak sulung dari Hartono alias Akau dan Elfa Susanti itu kembali memulai karir dari dasar.

“Di Business Development saya mulainya sebagai karyawan biasa. Di sini, saya menjadi dapat lebih kenal dan bertemu lebih banyak dengan orang luar,” ujarnya.

Ketika ditempatkan di Business Development, pria lulusan Universitas Bradford, Inggris, itu berhasil mengaet supermarket internasional yang berkantor pusat di Prancis, Carrefour dan Blitz Teater.

Sukses di Business Development, ia dipromosikan sebagai Development Manager. Dengan kepiawaiannya, Jimmi kembali berhasil mengaet investor untuk menanamkam modalnya di Kota Batam.

Hingga dipercaya menduduki jabatan sebagai Development Director dan saat ini didapuk menjadi Direktur Utama di PT Citra Buana Prakarsa.

Pekerjaan Tersulit Saat Menjadi Marketing

Jimmi mengatakan, pekerjaan yang paling sulit dijalaninya adalah sebagai marketing. Menurutnya menjadi seorang marketing tidaklah mudah.

Karena lanjutnya harus bisa mendapatkan kepercayaan dari calon pembeli.

“Karena di marketing itu kita berjualan. Didalam berjualan untuk mendapatkan kepercayaan pembeli itu kita harus berkomitmen dan berusaha, bukan hanya sekedar omongan kita saja,” ujarnya.

Selain itu kata dia, marketing juga harus mampu menjaga nama baik perusahaan kita. Ia juga menceritakan kesulitan yang dialami perusahaan yang dipimpinnya saat pandemi Covid-19 melanda Kota Batam.

Direktur Utama PT Citra Buana Prakarsa Group, Jimmi Ho, saat menjalankan pekerjaannya. Foto: Angga Syahbana Putra/batampos.co.id

“Dalam menjalankan usaha ditengah pandemi Covid-19 ini merupakan tantangan bagi kita, bagaimana agar perusahaan tetap terus berjalan dan bisa lebih maju,” jelasnnya.

Meski begitu, Jimmi mengaku bersyukur. Dengan adanya pandemi Covid-19, ia memiliki pengalaman baru untuk mengelola keuangan perusahaan agar tetap stabil.

“Kalau misalkan 40 tahun kedepan ada pandemi seperti ini lagi, kita sebagai masyarakat yang memiliki usaha sudah ada persiapan untuk menghadapinya lagi,” tuturnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Jimmi berkeinginan untuk mengembangkan usahanya di seluruh daerah di Indonesia.

“Sebagai putra daerah yang lahir di Batam, saya akan kembangkan terlebih dahulu Kota Batam dan seluruh daerah di Kepri. Setelah Kepri ini berkembang, saya juga akan kembangkan bisnis di daerah lainnya di Indonesia,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, di Kota Batam bisnis yang berkembang ialah dalam bidang Industrial dan pariwisata.

Karena Kota Batam memiliki letak geografis yang sangat bagus. Yakni berbatasan langsung dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia.

“Posisi kita (Batam,red) sangat bagus sekali,” ujarnya.

Dukungan dari Keluarga

Dalam menjalankan bisnisnya, Jimmi Ho selalu mendapatkan dukungan dari keluarga. Terutama kedua orang tuanya, Hartono dan Elfa Susanti. Serta sang istri dan anak-anaknya.

“Kalau dari keluarga saya sangat mendukung. Soalnya dari kecil saya hidup bukan dimanjakan. Waktu kecil kita masih tinggal di rumah biasa-biasa saja. Papa saya dari dulu kalau untuk bekerja dia non stop, dan yang menjaga kita semua yaitu mama kita,” tuturnya.

Ia juga menceritakan, dalam menjalankan bisnis kerap memiliki pandangan berbeda dengan sang ayah.

“Papa sayakan generasi dulu, dan saya di generasi sekarang. Jadi awalnya terdapat perbedaan pikiran. Tapi sekarang papa saya mengikuti bisnis yang dulunya tradisional sekarang harus mengikuti zaman modern,” katanya.

Atas usaha yang dijalankan olehnya saat ini, Jimmi sangat berterima kasih orang tuanya, istri dan anak-anaknya serta saudaranya Tommy Ho yang selalu memberikan support penuh kepadanya.

“Terutama kepada mama. Mama yang selalu mendukung penuh. Mama selalu bilang jangan gampang menyerah dan jangan putus asa,” jelasnya.

Dipercaya Menjadi Ketua PHRI Provinsi Kepri

Selain menjabat sebagai Direktur Utama PT Citra Buana Prakarsa Group, Jimmi Ho juga dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Badan Pengurus Daerah (BPD) Provinsi Kepri periode 2021-2026.

Jimmi Ho, mengatakan, setelah dinyatakan sebagai pemimpin terplih, dirinya akan membentuk struktur kepengurusan yang baru.

“Menurut saya, yang paling utama dan sangat penting, saya akan bentuk struktur kepengurusan yang baru. Di antaranya 50:50, yaitu dari profesional dan pengusaha,” ujarnya.

Ia juga akan melakukan interaksi yang lebih intens kepada pengurus dan masyarakat melalui website dan aplikasi.

“Jadi dengan adanya website maupun applikasi, nantinya sangat mempermudah kita antar daerah untuk bisa berkomunikasi langsung dengan cepat tentang PHRI,” bebernya.

Jimmi juga mengungkapkan, saat anggota yang sudah ikut tergabung dengan PHRI mencapai lebih dari 200 orang.

“Yang awalnya PHRI hanya ada sekitar 50 orang, sekarang sudah ada sekitar 200 lebih yang bergabung. Ini dikarenakan group saya dengan groupnya Timothy Tarman diajak untuk bergabung. Jadi kedepannya kita akan menjalankan benefit cros promotion,” ungkapnya.(***)