batampos.co.id – Pertamina membuka peluang kerja sama kemitraan bisnis pertashop kepada seluruh masyarakat di Kota
Batam.

Melalui kerja sama tersebut, Pertamina menargetkan 50 titik di Kota Batam yang belum memiliki lembaga penyalur, akan dibangun satu outlet pertashop.

Sales Branch Manager PT Pertamina Kepri, William Handoko, mengatakan, pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina dengan skala kecil untuk melayani kebutuhan BBM, LPG dan pelumas yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain.

Ini menjadi peluang usaha bagi mitra Pertamina.

”Itu juga program Pertamina bersama pemerintah, tujuannya adalah untuk mempermudah masyarakat untuk bisa mendapatkan BBM dengan harga dan kualitas yang tepat,” ujar William, Kamis (7/10/2021).

Ia mengatakan, untuk di Kota Batam, pihaknya menargetkan 50 titik pertashop di seluruh kecamatan.

Namun, hingga saat ini di Batam baru ada dua pertashop yang sudah berdiri yakni di Bengkong dan Seilekop.

Sehingga, pihaknya membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi siapapun untuk menjadi mitra dari Pertamina.

”Pertashop sendiri, sebenarnya persyaratannya cukup mudah, kemudian investasinya juga cukup kecil dari SPBU. Intinya, bisa menjangkau kebutuhan masyarakat dan menggantikan peran pengecer kaki lima,” katanya.

Dijelaskan William, Pertashop memiliki tiga kategori yakni Gold, Platinum dan Diamond.

Pertashop jenis Gold berkapasitas penyaluran 400 liter per hari dengan luasan lahan yang dibutuhkan sekitar 144 meter persegi.

Lokasi dari desa ke SPBU, lebih dari 10 Km atau sesuai dengan hasil evaluasi.

Adapun, jenis Platinum, berkapasitas penyaluran 1.000 liter per hari, memiliki tangki penyimpanan 10 kl, luas lahan 200 meter persegi dan lokasinya di kecamatan yang belum terdapat SPBU.

Sementara jenis Platinum, berkapasitas penyaluran 3.000 liter per hari, memiliki tangki timbun 10 kl, luas lahan 500 meter persegi dan berlokasi di kecamatan yang belum terdapat SPBU.

Ia menambahkan, bagi yang berminat kerja sama bisnis Pertashop, bisa menyiapkan lahan/lokasi yang sesuai dilengkapi dokumen badan usaha atau badan hukum.

Selanjutnya, akan dilakukan survei lapangan untuk melihat kelayakan dari omzet dan jarak dengan SPBU atau lembaga penyalur Pertamina yang telah dibangun sebelumnya.

Setelah itu, pengurusan administrasi perizinaan ke Pemda, mengajukan desain dan pembangunan, kemudian tahap akhir adalah kontrak kerja sama dengan Pertamina antara 10–20 tahun.

”Batam masih kurang banyak. Makanya, silakan siapa yang mau mendirikan pertashop, mempunyai lokasi yang strategis, dan ingin menjadi mitra Pertamina silakan,” imbuhnya.(jpg)