batampos.co.id – Pemerintah menargetkan vaksinasi penduduk mencapai 70 persen atau sekitar 208,5 juta untuk mencapai herd immunity. Namun, menurut data Kementerian Kesehatan, hingga 3 Oktober 2021 secara nasional vaksinasi dosis pertama baru mencapai 45,03 persen dan untuk dosis kedua 25,29 persen.

Perihal itu Wakil Presiden Ma’ruf Amin pun berharap TNI dan Polri dapat bersinergi dengan pemerintah daerah guna mempercepat vaksinasi, terutama di daerah yang masih rendah capaian vaksinasinya termasuk di daerah aglomerasi.

“Saya juga meminta agar TNI dan Polri memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna meningkatkan kecepatan vaksinasi,” jelas dia dalam siaran tertulis, Kamis (7/10).

Menurutnya, dibutuhkan upaya extra ordinary dan masif guna merealisasikan pencapaian target vaksinasi terhadap 70 persen penduduk Indonesia dalam jangka waktu yang ditetapkan pemerintah, yaitu selama 1 tahun.

“Dalam rangka upaya itulah maka Bapak Presiden menginstruksikan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk memobilisasikan kekuatan, bersama-sama jajaran Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah untuk melaksanakan percepatan vaksinasi nasional,” tegasnya.

Sementara dari catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), rata-rata vaksinasi harian per minggu di Tanah Air baru mencapai 1,4 juta dosis per hari. “Dengan kecepatan vaksinasi tersebut, diperkirakan masih dibutuhkan 7 bulan dari sekarang atau sekitar pertengahan tahun 2022 untuk mencapai cakupan 70 persen,” ujarnya.

Namun, apabila proses vaksinasi ingin selesai pada akhir 2021, maka kecepatan vaksinasi perlu ditingkatkan menjadi 2,5 juta vaksinasi per hari. “Langkah ini juga akan disertai insentif berupa penurunan level PPKM di wilayah yang dapat memenuhi target vaksinasi yang telah ditetapkan,” pungkas dia. (jpg)