batampso.co.id – Pemerintah pusat memberikan atensi penuh untuk meningkatkan capaian investasi di Batam.

Pasalnya, Batam dinilai sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia yang potensial untuk pemulihan ekonomi di tengah
pandemi Covid-19.

Deputi VI Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Wahyu Utomo, mengatakan, bahwa Batam memiliki label yang baik.

”Batam direncanakan sebagai lokomotif untuk investasi Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi regional dan juga nasional,” kata Wahyu, Jumat (8/10/2021).

Pihaknya juga akan membantu masukan-masukan dari Badan Pengusahaan (BP) Batam, agar segera dibahas di tingkat
pemerintah pusat.

Ilustrasi kawasan industri di Kota Batam. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

”Nanti akan dibahas di pusat oleh tim yang melakukan review terhadap semua peraturan-peraturan yang sudah ada. Saya yakin kalau kita mempunyai koordinasi yang baik di daerah baik dari pemerintah daerah maupun seluruh Badan Pengusahaan, itu akan
menjadi kunci keberhasilan investasi di Kepri,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) dan Kawasan
Ekonomi Khusus (KEK) Batam, Irfan Widyasa, mengatakan, BP Batam memiliki tugas dan wewenang untuk melaksanakan pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan KPBPB.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, BP Batam diberikan kewenangan untuk menerbitkan seluruh perizinan berusaha bagi para pengusaha yang mendirikan dan menjalankan usaha di KPBPB Batam.

”Adapun yang masuk ke dalam 15 sektor ekonomi, antara lain kelautan dan perikanan, pertanian, kehutanan, energi dan sumber daya mineral, perindustrian, perdagangan, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, transportasi, kesehatan, kebudayaan, pariwisata, telekomunikasi, logistik, sumber daya air, limbah dan lingkungan,” papar Irfan.

Batam juga terus berupaya sejalan dengan semangat pembentukan KPBPB, Batam berperan menjadi kawasan ekonomi dan kawasan strategis nasional untuk mendukung terget investasi Indonesia sebesar Rp 5.000 triliun sampai dengan tahun 2024.

”Diketahui realisasi investasi di Batam dalam 5 tahun terakhir berkembang cukup pesat. Di masa Covid-19 ini pun investasi
di Batam tetap tumbuh positif.

Nilai investasi semester I tahun 2021 tumbuh 10,69 persen secara year on year (yoy) dibanding tahun 2020,” tambah Irfan.(jpg)