batampos.co.id – Pemko Batam memperluas penerapan akses nontunai untuk pembayaran pajak dan retribusi menggunakan aplikasi QRIS atau Quick Response Code Indoneian Standard milik
PT Bank Riau Kepri.

Ada sembilan pembayaran pajak dan retribusi yang bisa dibayar menggunakan aplikasi dalam waktu dekat ini.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Raja Azmansyah, mengatakan, ada sembilan sasaran pendapatan asli daerah (PAD) yang akan diuji coba menggunakan aplikasi nontunai ini.

Hal ini diharapkan bisa mendongkrak PAD dari sembilan komponen pajak dan retribusi daerah.

”Nontunai mendorong capaian menjadi lebih baik tentunya. Seperti diketahui, setiap tahun target untuk retribusi dan pajak mengalami kenaikan. Untuk itu, perlu pemetaan dan upaya agar target tersebut dicapai,” ujarnya, Jumat (8/10/2021).

Azman menyebutkan, pihaknya sedang melakukan pemantapan retribusi parkir tepi jalan untuk bisa menggunakan aplikasi QRIS ke depannya.

Parkir tepi jalan merupakan salah satu sumber PAD yang memiliki potensi cukup besar, namun dalam pelaksanaannya masih rendah.

Potensi parkir tepi jalan mencapai sekitar Rp 50 miliar. Setiap tahun, Dinas Perhubungan (Dishub) ditargetkan Rp 30 miliar, sedangkan yang tercapai hanya Rp 5 miliar lebih atau berkisar 20 persen.

Sehingga, hal ini perlu upaya untuk memaksimalkan capaian tersebut.

”Penggunaan nontunai ini diharapkan didukung masyarakat sehingga bisa mendongrak capaian PAD. Ke depan, ini yang akan disosialisasikan, dan rencananya akan diterapkan,” ujarnya.

Selain parkir tepi jalan, sembilan pajak yang rencananya juga menerapkan QRIS adalah hotel, restoran, hiburan, PBB, BPHTB, parkir mineral bukan logam, reklame, dan PPK.

QRIS juga diharapkan mempermudah masyarakat dalam melakukan pembaruan ke depannya.

Saat ini, pemerintah tegah mendorong cashless atau nontunai yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan uang cash.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid, mengatakan, pembayaran nontunai ini cepat, aman, dan mudah.

Dari dulu, pemerintah sudah mendorong penerapan nontunai hampir di semua sektor.

Menurutnya, dari sisi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penggunaan QRIS ini sangat tepat.

”Alhamdulilah, Bank Riau Kepri sudah ada QRIS-nya. Kita lagi di rumah pun bisa bayar pajak. Batam sebagai daerah yang lebih maju dari daerah lain harus paling maju dalam penerapan QRIS
ini,” ujarnya.(jpg)