batampos.co.id – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pimpinan Daerah Kepulauan Riau masa jabatan 2021-2026 resmi dikukuhkan, Sabtu (9/10/2021)

Pengukuhan PHRI BPD Kepri , dilakukan langsung oleh Ketua Umum PHRI, Haryadi Sukamdani, secara virtual.

Ketua PHRI DPD Kepri, Jimmi Ho, mengatakan, ada 20 orang yang dikukuhkan. Dari jumlah tersebut 50 persen dari kalangan profesional dan 50 persen pengusaha.

“Kita segara melakukan Rakerda untuk menyusun berbagai agenda, baik jangka pendek dan jangka panjang,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu rencana para pengurus untuk memajukan sektor wisata khususnya hotel dan restoran adalah dengan membuat website dan aplikasi.

“Website dan aplikasi ini untuk mempermudah masyarakat mendapatkan informasi kegiatan atau berbagai promo hotel dan restoran yang ada,” ujarnya.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, berfoto bersama para pengurus dan Ketua PHRI BPD Kepri periode 2021-2026, Jimmi Ho. Foto: Angga Syahbana Putra/batampos.co.id

Jimmi Ho berharap semua pihaknya dapat bekerjasama untuk membangkitkan pariwisata di Kepri.

Kata dia, Kepri yang saat ini telah berada pada PPKM level 1, dapat menjadi senjata utama untuk mempromosikan pariwisata kepada wisatawan domestik dan internasional.

“Akan kita fokuskan ke wisatawan domestik, dengan begitu bisa membangkitkan perhotelan dan juga restoran yang ada,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk meningkatkan tingkat hunian, PHRI akan bekerjasama dengan berbagai asosiasi pariwisata dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) agar dapat bersama-sama mempromosikan wisata di Kepri.

Ketua Umum PHRI, Haryadi Sukamdani, berharap pengurus PHRI BPD Kepri yang baru dapat mendorong pemulihan pariwisata di Kepri.

“Kepri merupakan pintu masuk terbanyak ketiga di Indonesia dalam menerima tamu mancanegara, hal tersebut menjadi tantangan untuk bisa kembali memulihkan kondisi dengan lebih cepat,” ujarnya.

Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kepri, Akhmad Ma’ruf Maulana, meminta kepada pengurus untuk turut serta mengawal agar hotel, restoran dan lainnya segera mendapatkan relaksasi pajak yang belum dirasakan sampai saat ini.

“Agar bisa mempromosikan Kepri sebagai tempat wisata murah, maka Pemprov dan Pemko juga harus berperan agar relaksasi pajak bisa dirasakan oleh sektor perhotelan, restoran dan lainnya,” harapnya.

Gubenur Kepri, Ansar Ahmad, berharap PHRI BPD Kepri dapat bersinergi dengan tujuan menghidupkan kembali pariwisata secara bertahap.

“Dengan kondisi yang semakin membaik, dalam waktu dekat Bali dan Kepri akan kembali membuka penerbangan pariwisata untuk internasional, dan juga kembali membuka pelabuhan internasional Batam Center, Nongsa Pura dan Sri Bintan Pura,” ujarnya.

Gubernur mengatakan, Pemprov Kepri juga telah meminta diskresi khusus, serta meminta perubahan syarat penerbangan dari swab PCR menjadi swab antigen.(cr1)