batampos.co.id – Sebanyak 149.336 guru honorer belum lolos seleksi tahap pertama Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Meski begitu, mereka masih memiliki harapan. Pemerintah bakal membuka seleksi tahap kedua dan ketiga bagi guru honorer yang masih ingin melamar sebagai guru PPPK.

Menjelang pelaksanaan seleksi PPPK tahap dua dan tiga ini, Plt Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana meminta para guru untuk berhati-hati dan waspada terhadap calo yang menawarkan bantuan meloloskan peserta seleksi.

“Kami berharap para peserta tidak percaya kepada calo-calo yang sekarang ini banyak sekali bergentayangan yang menjanjikan kelulusan peserta,” ujar ungkap Bima Haria Wibisana dalam siaran YouTube Kemendikbud, Minggu (10/10).

Dengan tegas, Bima meminta para guru honorer tidak tergiur atas tawaran para calo. Sebab, tindakan para calo itu jelas merugikan diri sendiri. Karena, pemalsuan dokumen kelulusan sangat sulit dilakukan.

“Karena penetapan pertimbangan teknis nomor induk PPPK kami menggunakan tanda tangan elektronik, tidak ada lagi tanda tangan basah,” tuturnya.

Saat ini banyak beredar Surat Keputusan (SK) dengan tanda tangan basah. Itu dipastikan dokumen palsu.

“Nama saya dan pak Menteri PAN-RB digunakan sebagai SK palsu. Ini banyak terjadi. Kami berharap peserta tes ini tidak percaya dengan calo-calo seperti itu,” tutup Bima. (jpg)