batampos.co.id – Capaian vaksinasi di Kepri sudah mencapai 82 persen atau sekitar 1,3 juta orang untuk pemberian dosis pertama.

Adapun, target vaksinasi di Kepri ditargetkan untuk 1,5 juta orang.

Namun, untuk memvaksin sisanya, pemerintah cukup kerepotan. Capaian vaksinasi harian di Kepri saat ini, tidak seperti awal-awal vaksinasi massal dilaksanakan.

”Masih ada sekitar 200 ribu orang belum mendapatkan vaksin sama sekali,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri, Minggu (10/10/2021).

Ia mengaku, pihaknya cukup sulit untuk segera memvaksin 200 ribu orang tersebut disebabkan berbagai faktor dan kendala.

Antara lain, karena mereka berada di daerah yang sulit dijangkau oleh para tenaga kesehatan.

”Mereka ini ada di pulau-pulau kecil, yang aksesnya ke sana cukup sulit,” ungkap Bisri.

Tenaga medis RS Bunda Halimah Kota Batam melakukan vaksinasi kepada ibu hamil. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Pihaknya akan menggelar rapat, untuk mencari solusi permasalahan ini.

Pihaknya akan meminta bantuan semua pihak, agar vaksinasi di pulau-pulau ini bisa berjalan maksimal.

Sehingga, target 1,5 juta warga Kepri divaksin, bisa tercapai dalam waktu dekat.

Salah satu opsi yang nantinya ditawarkan adalah melaksanakan vaksinasi di daerah pinggiran.

”Saat ini, capaian harian itu di sekitaran 1.000 hingga 3.000 orang. Kalau dulu bisa sampai 10 ribu. Memang, semakin ke puncak (capaian vaksinasi 100 persen), tantangannya berbeda, sebab semakin sulit,” ucapnya.

Selain berada di pulau-pulau, orang-orang yang belum divaksin adalah mereka yang sedari awal memang tidak ingin mendapatkan vaksinasi.

Masyarakat yang masuk pada kelompok ini, tidak menerima keberadaan vaksin.

”Alasannya bermacam-macam, ada yang takut karena termakan hoaks. Pokoknya bermacam-macam lah,” ucapnya.

Demi menemukan orang-orang ini, pihaknya akan melibatkan pihak kelurahan hingga RT/RW. Nantinya, pendataan akan dilakukan dari tingkat RT.

”Dari data tingkat RT dan kelurahan, akan ketahuan siapa yang belum vaksin. Kami akan meminta pihak kelurahan atau RT mengajak warganya untuk segera vaksin,” ucapnya.

Bisri mengatakan, orang-orang yang belum vaksin, ada juga yang merupakan penyintas Covid-19. Namun, kini bagi penyintas, dapat segera mengikuti vaksinasi setelah satu bulan dinyatakan sembuh.

”Sudah ada arahan dari Kemenkes, penyintas Covid-19 sudah bisa mendapatkan vaksin, setelah sebulalan negatif Covid-19,” ujarnya.

Vaksin terbukti cukup ampuh menghambat penyebaran Covid-19 varian delta. Vaksin ini tidak hanya menghambat penyebaran tapi juga angka kematian.

”Karena tingginya capaian vaksinasi ini, makanya gelombang kedua pandemi berlangsung singkat,” ujarnya.

Bisri berharap, masyarakat yang belum vaksin dapat segera mendatang pusat-pusat vaksinasi.

Masyarakat dapat memilih berbagai jenis vaksin yang beredar di Kepri, seperti AstraZenneca, Sinovac dan Moderna.

”Sudah banyak pilihan, stoknya pun juga banyak,” ucapnya.(jpg)