batampos.co.id – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, optimistis status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Batam akan turun ke level 1, Senin (11/10) ini. Dengan begitu, pelonggaran aktivitas ekonomi akan semakin besar.

”Batam tiap hari dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) buat asesmen. Nanti diumumkan tiap Senin dari Kementerian Dalam Negeri. Dari asesmen harian yang kita ikuti, maka sudah semuanya kota dan kabupaten jadi PPKM level 1. Kalau ada yang kurang tracing, maka akan segera kita kejar,” ungkap Ansar di Hotel Aston Batam, Sabtu (9/10).

Indikator menurunkan level PPKM itu yakni capaian vaksinasi. Kepri saat ini cakupan vaksinasi sudah 86 persen. ”Kalau level 1 itu kan karena indikator dari vaksinasi yang beri pengaruh terhadap konfirmasi positif harian,” jelasnya.

Untuk mencapai PPKM level 1, Ansar juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah meminta agar data dari RSKI Galang dipisah, sehingga angka bed occupancy rate (BOR) Kepri menjadi lebih rendah.

”Data RSKI Galang saya minta dipisah. Sekarang ini, kalau status OTG (orang tanpa gejala) dikarantina di sana, maka buat BOR tinggi di Batam. Sekarang kita tempatkan hanya untuk gejala berat saja. Sedangkan OTG ditempatkan di Asrama Haji,” jelasnya.

Pihaknya juga tengah mempersiapkan Kepri yang telah dinyatakan akan menjadi pintu gerbang ke Indonesia, selain Bali. ”Hari Senin ini (hari ini, red) akan dibahas secara serius bagaimana mekanisme, filterisasi, diskresi khusus. Mudah-mudahan bisa dibuka kembali,” tuturnya.

Ia akan meminta jajarannya untuk mempersiapkan pintu masuk di Kepri seperti pelabuhan dan bandara. ”Perlu juga dilengkapi dengan syarat lain, misalnya dilengkapi alat swab PCR (polymerase chain reaction) seperti yang di Jakarta. Kalau sekarang dengan alat yang ada, hasil swab butuh 6 jam, minimal 4 jam untuk keluar. Kalau dilengkapi dengan alat seperti di Bandara Soekarno-Hatta, maka bisa satu jam hasilkan swab PCR,” paparnya.

Bukti lainnya agar bisa lolos dalam perjalanan, yakni dengan bukti vaksinasi yang bisa diakses lewat aplikasi PeduliLindungi.

Sementara itu, karena kondisi Singapura yang masih berjuang menghadapi Covid-19, maka Ansar akan mendorong agar ada charter flight dari negara lain. ”Makanya ini akan dibahas dengan asosiasi pariwisata yang lain dulu,” tegasnya. (*/jpg)