batampos.co.id – Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengaku tengah beristirahat dari kesibukan pasca diberhentikan dengan hormat dari KPK pada 30 September 2021 lalu. Dia bersama 56 rekan lainnya, disingkirkan dari lembaga antirasuah dengan dalih tidak memenuhi syarat asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK), yang merupakan syarat alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Usai dipecat oleh Pimpinan KPK yang dikomandoi Firli Bahuri, Novel mengaku sampai saat ini sedang istirahat.
Tetapi, kesehariannya juga diisi dengan memberikan pelatihan antikorupsi secara daring terhadap beberapa kampus mau pun instansi.

“Jadi setelah disingkirkan dengan cara-cara yang ilegal, walaupun demikian tentunya sementara ini saya lagi istirahat, banyak mengisi kegiatan dengan zoom, memberikan pelatihan dan kegiatan lain di beberapa universitas dan instansi tertentu. Tentunya saya ingin memberi sumbangsih yang terbaik,” kata Novel kepada awak media, Selasa (12/10).

Menurut Novel, perjuangannya bersama 56 mantan pegawai KPK lain untuk mendapatkan keadilan belum selesai. Dia menyebut, mengaku prihatin dengan sikap Pimpinan KPK yang bertindak melawan hukum dan berlaku sewenang-wenang dalam tahapan peralihan status pegawai KPK.

“Tentunya kita paham bahwa ini belum selesai. Tahapan berikutnya juga masih harus berjalan, perbuatan yang dilakukan sewenang-wenang, melawan hukum dan tidak mengikuti kaidah-kaidah yang dibenarkan tidak boleh dimaklumi atau dibenarkan,” sesal Novel.

Novel juga menyampaikan, tindakan sewenang-wenang yang dilakukan pimpinan KPK, jauh dari harapan masyarakat luas terhadap kerja-kerja pemberantasan korupsi.

“Saya WNI, sama seperti kita semua saya juga berkeinginan ke depan pemberantasan korupsi itu serius, bersungguh-sungguh, tidak seperti sekarang yang banyak masalah yang seperti ditutup-tutupi, seperti tidak ada keinginan memberantas korupsi, dan itu membuat kita sedih dan prihatin,” tegas Novel.

Terkait rencana tawaran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menjadi ASN di Polri, kata Novel, pihaknya memang mengapresiasi adanya tawaran tersebut. Tetapi sampai saat ini belum bisa memutuskan apakah mengamini tawaran tersebut atau tidak.

“Kami juga ingin melihat, nanti rencananya seperti apa dan seterusnya apabila kami memiliki peluang atau dipandang penting untuk berkontribusi untuk kebaikan negara, hal yang jauh lebih besar tentu akan menjadi pilihan kami, tapi tentunya kami perlu melihat lebih jelas,” pungkas Novel.(jpg)