batampos.co.id – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan, pemerintah akan kembali membuka penerbangan Internasional Bali pada pekan ini. Harapannya, mampu untuk memulihkan ekonomi Bali yang masih jauh di bawah kondisi Pra Pandemi.

“Namun pembukaan harus tetap dilakukan secara hati-hati sekali walaupun kenaikan kasus sudah menurun tetap RT masih belum berada dibawah satu,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (11/10).

Menurutnya, rencana pembukaan Bali sesuai dengan arahan Presiden dalam Ratas siang ini. Presiden ingin agar hal ini betul-betul disiapkan secara maksimal dan harus dilakukan simulasi terlebih dahulu sebelum benar-benar dibuka.

“Presiden berpesan agar protokol kedatangan dipintu-pintu masuk harus benar-benar diperhatikan serta manajemen karantina harus clean dan transparant,” ucapnya.

Selain itu, target capaian vaksinasi juga harus dapat dikejar sebelum benar-benar dibuka. Untuk memastikan tidak terjadi peningkatan kasus di Bali, pemerintah juga akan memperketat persyaratan mulai dari Pre-Departure Requirement hingga On-Arrival Requirement.

Dalam Pre-Departure Requirement ditentukan beberapa hal diantaranya, berasal dari negara dengan kasus konfirmasi level 1 dan 2 dengan positivity rate lebih dari 5 persen. Hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil max 3×24 jam sebelum jam keberangkatan.

“Bukti vaksinasi lengkap, dengan dosis ke-2 dilakukan setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan dan ditulis dalam bahasa Inggris, selain bahasa negara asal,” tuturnya.

Selanjutnya, asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal USD 100.000 dan mencakup pembiayaan penanganan Covid-19. Bukti konfirmasi pembayaran akomodasi selama di Indonesia dari penyedia akomodasi atau pihak ketiga.(jpg)