batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhamamd Rudi, tidak mau terburu-buru dan bereuforia menyambut kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam.

Hal ini tidak lepas dari target vaksinasi yang belum 100 persen, dan masih tingginya kasus di negara Singapura saat ini.

“Vaksinasi kita masih 54 persen, dan masih ada 16 persen lagi yang belum. Ini yang mau
saya kejar dulu. Saya tak mau buru-buru buka, nanti kalau ada kasus malah recovery-nya
lama lagi, saya tak mau. Jadi, biarlah bersakit-sakit dulu sekarang, saya mau selesaikan dulu vaksin ini,” kata dia usai membuka acara Musyawarah KORPRI di Swiss Belhotel, Habour Bay, Senin (11/10/2021).

Ia menjelaskan, terkait dipilihnya Nongsa menjadi pilot project untuk menyambut wisman tidak ada masalah.

Semua pelaku wisata sudah divaksin guna mendukung program ini. Kendati demikian,
kata Rudi, tidak ada jaminan virus ini tidak ada.

Negara Singapura meminta warga Nongsa untuk divaksin semua, dan itu bisa dengan mudah dilakukan.

“Kendalanya adalah, saya tidak bisa melarang warga lain datang ke Nongsa, ketika wisman datang. Ini akan jadi masalah nantinya, meskipun area kedatangan mereka terbatas, tetap ada kekhawatiran. Tidak saja itu, kalau saya buka, dan nanti ada wisman
yang positif Covid-19, maka beritanya akan besar, dan membuat warga Singapura berfikiran negatif tentang Batam,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta ditunda terkait pembukaan pintu masuk ini. Rudi mengaku tidak ada masalah dengan penundaan ini, karena tujuannya adalah 100 persen vaksinasi.

Berikan waktu untuk menyelesaikan vaksin 100 persen, agar nanti tidak ada masalah.

“Karena ada satu hal yang perlu diingat. Kalau hari ini saya izinkan untuk dibuka, ternyata orang luar ke sini ada satu yang Covid-19 maka respon Singapura akan sangat luar biasa. Saya tidak mau ini terjadi. Kalau masih kena juga itu takdir namanya. Namun, setidaknya kami sudah berusaha memenuhi protokol kesehatan dengan vaksin 100 persen sebagai
jaminan, serta Protkes lainnya di ruang kedatangan, hotel, dan sebagainya,” bebernya.

Masih kata Rudi, mengenai pembukaan jalur penerbangan internasional yang rencananya dilaksanakan di Bandara Internasional Hang Nadim masih menunggu dari pusat.

Menurutnya untuk saat ini masih fokus terhadap penanganan Covid-19. Berbagai rencana sudah dibahas untuk pembukaan penerbangan internasional langsung dari Hang Nadim
ini.

Termasuk soal ibadah umrah yang rencananya langsung dari Batam. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pertamina terkait penyediaan bahan bakar pesawat.

Ia berharap ada keringanan biaya bahan bakar ini. Sehingga nanti yang berangkat dari Batam, biaya umrahnya bisa menjadi salah satu yang murah.

“Lagi didudukan semuanya. Apa pun itu kita uji coba saja semuanya. Karena sebentar lagi bandara sudah selesai dan lebih baik, termasuk untuk penerbangan ibadah umrah ini,” terangnya.(jpg)