batampos.co.id – Sindikat pembobol uang nasabah bank dengan menggunakan teknik skimming yang beraksi di Batam dalam satu tahun ini ternyata sudah membobol puluhan rekening, 15 di antaranya nasabah bank swasta di Batam.

”Dari puluhan rekening nasabah itulah mereka berhasil menggasak uang senilai Rp 2 miliar dalam kurun waktu setahun beraksi,” ujar Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Juwita Oktaviani, Selasa (12/10).

Baca Juga: WNA Dalangi Pembobolan PIN ATM di Batam

Juwita menambahkan, sekitar 15 rekening yang sudah dibobol di Batam itu mayoritas dari bank swasta. ”Jadi (15 rekening), itu data dari pihak bank swasta. Mereka melihat transaksi yang mencurigakan,” ujar Juwita di Mapolresta Barelang, kemarin.

Sejauh ini pihaknya baru menerima satu laporan dari pihak bank. Rata-rata nasabah bank tersebut tak mengetahui rekeningnya dibobol. ”Biasanya, masing-masing rekening itu diambil Rp 30 juta, dan nasabah itu tidak mengetahui uangnya hilang,” ungkapnya.

Juwita menambahkan, hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang menjadi otak pembobolan, yakni Warga Negara Asing (WNA) berkewarganegaraan Amerika berinisial J. J. Dia merupakan pembobol data nasabah yang kemudian dikirim kepada rekannya, ZN (WN Sri Lanka), dan JP (warga Batam).

”Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Belum diketahui apakah pelaku di Indonesia atau tidak,” ujarnya.

Diberiatakan, Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang berhasil membongkar sindikat pencurian dengan modus skimming atau pembobolan data nasabah bank. Pembobolan ini dilakukan dua orang yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI).

Kedua pelaku yakni ZN, 51, Warga Negara Sri Lanka yang diamankan di Jakarta. Kemudian, JP, 42, warga Batuaji. Keduanya juga merupakan resedivis kasus yang sama dan bersamaan mendekam di LP Cibinong, Jawa Barat (*/jpg)