batampos.co.id – Para tenaga kesehatan khususnya perawat di Singapura mulai kelelahan karena lonjakan kasus Covid-19. Rumah sakit telah diminta untuk menunda operasi dan janji yang kurang mendesak untuk lebih memprioritaskan pasien Covid-19.

Lebih banyak pasien yang harus dirawat, membuat nakes bekerja lembur dan dipanggil untuk bertugas pada hari libur. Tidak ada waktu untuk istirahat sehingga menimbulkan kelelahan dan rasa jenuh. Inilah yang dialami banyak petugas kesehatan di rumah sakit sejak kasus Covid-19 lokal meningkat menjadi ribuan setiap hari mulai pertengahan September.

Salah satu perawat, Anne (bukan nama sebenarnya), mengungkapkan bahwa jumlah pasien terinfeksi yang harus dipantaunya di bangsal Covid-19 Rumah Sakit SingHealth meningkat dua kali lipat. Pada Juli dan awal Agustus, perempuan 24 tahun itu dan rekannya merawat 6 pasien sekaligus. Sekarang, mereka menjaga 12 pasien sekaligus.

“Kami bahkan tidak punya waktu untuk istirahat. Saya hanya mendorong masuk dan kadang-kadang bahkan tidak ke toilet,” katanya.

Menteri Senior Negara untuk Kesehatan Singapura Janil Puthucheary mengatakan kepada Parlemen bahwa hampir 400 petugas kesehatan telah dinyatakan positif Covid-19. Cathy, mantan ahli teknologi jantung di Rumah Sakit Tan Tock Seng (TTSH), mengatakan ketika seseorang diduga tertular Covid-19, itu berarti lebih dari separo departemen harus dikarantina.

Mereka yang menerima peringatan risiko kesehatan harus segera mengisolasi diri dan menggunakan antigen. Mereka dapat melanjutkan aktivitas normal jika hasil tes negatif, tetapi harus terus memakai antigen setiap hari selama minggu berikutnya.

Perawat Belinda yang berusia 20-an tahun dan bekerja di bangsal isolasi mengatakan saat ini tugasnya sangat melelahkan. Pasien lebih lemah dan lebih sakit serta kondisi lebih darurat.

Kepala perawat TTSH Hoi Shu Yin mengatakan karena rumah sakit telah berjuang melawan tiga hingga empat gelombang infeksi selama hampir dua tahun, para perawat kini mulai kelelahan. Ia berharap jumlah perawat bisa ditambah.

Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura mengatakan pekan lalu bahwa waktu tunggu di rumah sakit umum, dari unit gawat darurat (ED) hingga penerimaan pasien non-Covid-19, telah meningkat sebesar 34 persen dari Juli hingga bulan lalu. Mereka secara bertahap dirujuk ke rumah sakit umum.

Tingkat dan jumlah kematian di Singapura meningkat lebih dari dua kali lipat dalam sebulan terakhir dibandingkan dengan periode Maret tahun lalu hingga Agustus tahun ini. Selama sebulan terakhir, ada lebih dari 100 kematian terkait dengan Covid-19. (jpg)