batampos.co.id – Aktivitas ekspor babi dari Pulau Bulan, Batam ke Singapura selama pandemi Covid-19 tetap berjalan dengan baik, bahkan saat ini ekspor mencapai 1.000 ekor setiap harinya.

Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho menjelaskan ekspor babi dari Pulau Bulan, Batam, ke Singapura mencapai 1.000 ekor per hari.

”Ekspor masih rutin setiap hari. Kecuali hari Kamis,” katanya, Selasa (12/10).

Menurut Raden ternak babi di Pulau Bulan jadi salah satu objek yang harus dilindungi keamanan dan kesehatannya, terutama dari virus flu babi Afrika. Virus itu berpotensi dibawa oleh daging babi selundupan atau ilegal.

”Jika virus ASF sampai masuk ke sana, maka seluruh ternak babi terancam bisa mati semua,” terangnya.

Dia mencontohkan di Medan, ratusan ribu ekor babi mati dan dibuang ke dalam sungai akibat terpapar virus ASF, sehingga merugikan peternak dan berdampak pada sumber devisa negara.

”Bisa luluh lantak jika virus itu masuk. Itu sumber devisa negara,” terangnya.

Untuk mencegah masuknya virus ASF itu, pihaknya rutin patroli dan melakukan pengawasan di pintu-pintu masuk pelabuhan dengan memeriksa barang bawaan penumpang. ”Sampai sekarang belum terdeteksi,” terangnya.

Raden menyebut ekspor babi tetap berjalan lancar meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19 melanda dan belum diketahui kapan waktu berakhirnya.

Bahkan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diterapkan di Kepri, tidak berdampak terhadap kegiatan ekspor tersebut.

Raden mengaku selama kegiatan ekspor babi ke Singapura juga belum ada hambatan. ”Kami terus monitor ekspor babi ke Singapura, sejauh ini memang tak ada hambatan,” tambahnya lagi.(*/jpg)