batampos.co.id – Penerbangan internasional ke Bali mulai dibuka hari ini (14/10). Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono menyambut baik pelonggaran tersebut. Kebijakan tersebut sangat dinanti sektor perhotelan dan restoran. Sebab, Bali merupakan destinasi yang kontribusi wismannya sangat signifikan.

Sutrisno yakin keputusan tersebut akan berdampak positif pada ekonomi dan bisnis pelaku usaha. ”Namun, seberapa besar? Tentu tidak bisa berandai-andai. Kita coba tunggu untuk melihat perkembangan itu,” ucap dia.

Menurut dia, penentu keberhasilan pembukaan penerbangan Bali terhadap geliat ekonomi dan pariwisata tidak hanya dari faktor dalam negeri. Tapi juga melihat respons dari turis asing yang akan datang ke Indonesia. Sebab, kalau bukan musim libur, turis asing yang biasa berwisata itu kelompok-kelompok usia lanjut. Mereka sudah pensiun dan memiliki waktu yang lebih senggang.

”Tapi kelompok tersebut masih dibayangi ketakutan terkait penularan Covid-19. Walaupun dibuka belum tentu juga mereka akan pergi. Mudah-mudahan bisa menghasilkan angka-angka yang menggemberiakan,” terang Sutrisno yang juga Ketua Badan Pimpinan Daerah PHRI DKI Jakarta tersebut.

Di sisi lain, Sutrisno mengimbau agar pembukaan penerbangan Bali tidak ditanggapi sembrono oleh pelaku usaha maupun pengunjung. ”Jangan kemudian jumawa, lantas tidak taat prokes. Kalau tidak taat kan khawatir terjadi peningkatan gelombang ketiga,” tutur Sutrisno.

”Pelaku usaha tetap taat prokes. Dan masyarakat tetap disiplin. Vaksin juga kunci penting yang akan meningkatkan daya tahan tubuh,” tambah dia.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) M. Ikhsan Ingratubun menyebut, kebijakan membuka penerbangan membuka keran ekonomi pariwisata Bali. Mengingat, pariwisata Pulau Dewata terbilang mati suri selama hampir 2 tahun terakhir.

”Karena selama pembatasan mobilitas, Bali memang tidak ada usaha yang bisa diandalkan,” ujar Ikhsan.

Menurut dia, kebijakan dan iklim usaha yang kondusif itu akan membuat bisnis UMKM sehat. Apalagi, UMKM pariwisata Bali menjadi salah satu sumber pendapatan negara. (jpg)