batampos.co.id – Meski kasus aktif Covid-19 di Batam sisa 20 orang, namun waspada tingkat tinggi harus tetap dilakukan. Pasalnya, Batam pintu masuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya dari Malaysia dan Singapura yang kasus covid-nya meningkat tajam.

Apalagi dalam beberapa hari ini, jumlah PMI yang masuk lewat Batam kembali membeludak. Buktinya, lokasi karantina Rusunawa BP dan Pemko Batam di Tanjunguncang kini menampung 1.044 orang per Rabu (13/10). Jumlah ini meningkat drastis dari bulan-bulan sebelumnya yang sempat bertahan di angka 500 hingg 600 PMI dalam sepekan.

Membeludaknya PMI ini karena adanya peningkatan jumlah kepulangan PMI ke tanah air sejak akhir pekan lalu. Ada yang dari Malaysia dan ada juga dari Singapura. Mereka semua sudah menjalani swab pertama di pelabuhan dan hasilnya ada empat orang yang terkonformasi positif. Empat PMI tersebut kini sudah dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang.

”Iya, jumlah PMI kembali meningkat. Semua tim yang betugas untuk penanganan Covid-19 ini semakin ketat untuk menangani dan mengawasi mereka. Mereka harus benar-benar steril sebelum dikembalikan ke daerah asal,” ujar dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di rusunawa.

Peningkatan pengawasan dan penanganan PMI ini agar tak ada lagi Covid-19 yang masuk ke tanah air melalui klaster PMI ini. Pemerintah berkomitmen terus menekan perkembangan wabah ini dengan berbagai kebijakan yang diterapkan. (*/jpg)