batampos.co.id – Progres evaluasi lahan terlantar di Batam terus berlanjut. Badan Pengusahaan mencatat dalam dua tahun terakhir, dari September 2019 – September 2021, total lahan yang dievaluasi sudah lebih 5.000 hektare, tepatnya 5.040 hektare.

”Kami identifikasi ada sekitar 5.000 meter lahan terlantar. Betapa luasnya itu. Kami tidak ingin menghukum, tapi difasilitasi tanah-tanah tersebut agar bisa efektif,” kata Deputi III BP Batam, Sudirman Saad, baru-baru ini.

Berdasarkan data BP Batam, total luas lahan yang telah dievaluasi mencapai 5.040 hektare yang terdiri dari lahan yang sudah mendapat surat peringatan seluas 345 hektar di 85 lokasi.

Kemudian, lahan yang dibatalkan alokasinya mencapai 923 hektar di 229 lokasi dan lahan yang difasilitasi untuk terus melakukan pembangunan seluas 3.772 hektare di 1.410 lokasi. Sudirman mengungkapkan, 923 hektare lahan yang dibatalkan tersebut, sudah ada yang dialokasikan kembali kepada pihal lain yang serius mau membangun.

Selain itu, BP Batam juga terus menggesa penyelesaian dokumen pertanahan. Menurut Sudirman, masih ada 56 ribu dokumen lahan yang masih harus diselesaikan.

”Akan diselesaikan pada akhir tahun depan dengan pendekatan partisipatif. Kalau untuk saat ini, terkait pelayanan administrasi pertanahan, kami sudah selesaikan 13 ribu dokumen, dan akan berlanjut 6.000 lagi hingga akhir tahun,” terangnya. (*jpg)