Rabu, 15 April 2026

Puluhan KRI dan Ribuan Personel TNI AL Siap Beraksi di Lingga

Berita Terkait

batampos.co.id – TNI AL akan melaksanakan latihan skala besar di Kepulauan Riau, tepatnya di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono, mengatakan, 33 KRI akan turut serta dalam latihan tersebut.

”Latihan operasi amfibi melibatkan unsur-unsur sistem senjata armada terpadu (SSAT),” terang Yudo.

Selain puluhan KRI, latihan tersebut juga melibatkan pesawat dan pangkalan-pangkalan TNI AL.

Yudo memimpin langsung tactical floor game (TFG) di Markas Komando Armada (Koarmada) I, Jakarta Pusat pada Selasa (19/10/2021).

ILUSTRASI: Prajurit TNI AL mengikuti upacara peresmian KRI Teluk Youtefa 522, di Dermaga Pondok Dayung,Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/7/2021). KRI Youtefa 522 merupakan kapal produksi dalam negeri yang dirancang dapat mengangkut MBT (Main Battle Tank) jenis Leopard dan tank BMP-3F guna memperkuat sistem Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI AL. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos (group batampos.co.id) dari TNI AL, latihan tersebut juga akan melibatkan lebih dari tiga ribu personel TNI AL.

Sehingga latihan itu masuk kategori skala besar. Selain menguji keandalan personel, latihan tersebut juga dilaksanakan untuk memastikan kesiapan operasional dan keterpaduan komponen SSAT.

Dalam latihan tersebut Panglima Komando Armada (Koarmada) I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah ditunjuk sebagai Panglima Komando Tugas Gabungan Operasi Pendaratan Amfibi (Pangkogasgabfib).

Dia telah memastikan kesiapan seluruh alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan personel siap beraksi di Dabo Singkep melalui pengecekan kesiapan personel dan alutsista secara virtual.

Yudo pun menjelaskan latihan tersebut dilaksanakan setelah Latihan Puncak TNI AL Armada Jaya tahun ini ditunda.

“Waktu itu sudah sampai di sini, sudah saya siapkan tinggal berangkat. Cuma karena Covid-19 waktu itu meningkat, sehingga saya tunda untuk semuanya (personel dan alutsista) TNI AL membantu pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19,” bebernya.

Saat ini, dia menilai latihan yang sempat tertunda itu sudah bisa dilaksanakan.

Mantan panglima Koarmada I dan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I itu pun menyebut, latihan kali ini berfokus pada operasi amfibi.

“Melibatkan unsur sistem senjata armada terpadu. Jadi, mulai KRI, Marinir, pesawat, maupun pangkalan akan kami gelar bersama-sama. Ini adalah latihan puncak, akan kami libatkan nanti 33 KRI,” beber Yudo. Dalam latihan tersebut, hanya kapal selam yang absen dan tidak dilibatkan untuk turut serta.(jpg)

Update