Selasa, 14 April 2026

Begini Cara Survei Kekebalan Tubuh Warga Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam juga mulai melakukan pengambilan sampel untuk survei dalam mengukur angka rata-rata kekebalan tubuh warga Batam. Ini merupakan langkah awal dalam menyambut travel bubble antara Singapura dan Batam.

Kepala Puskesmas Belakangpadang, Sri Fetra Netti, mengatakan, pengambilan sampel untuk warga Belakangpadang dilakukan beragam. Pengambilan sampel meliputi warga yang sudah divaksin dosis pertama, dosis kedua, belum divaksin, dan warga yang tidak wajib menjalani vaksin.

”Pengambilan sampel melibatkan semua aspek, agar bisa menjadi pembanding nantinya dalam penentuan kadar imun, setelah vaksin atau sebaliknya,” jelasnya, Senin (25/10).

Untuk Kecamatan Belakangpadang, total sampel yang diambil sebanyak enam orang. Ia menyebutkan, untuk kategori usia di bawah 12 tahun satu orang. Selebihnya, usia pelajar, dewasa, dan lansia.

”Alhamdulillah, pengambilan sampel berjalan dengan baik dan mendapatkan respon baik dari warga Batam yang berada di hinterland,” sebutnya.

Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, total ada 600 warga Batam yang dijadikan sampel dalam survei tersebut. Dari total sampel yang diambil, 450 di antaranya diambil darah sekaligus diwawancarai. “Sedangkan 150 sampel hanya diwawancarai saja,” ujar Didi.

Sampel darah yang diambil, kemudian akan dicek kadar antibodi dari masing-masing sampel darah dengan ukuran minimal 136 unit/ml supaya dikatakan imun tubuhnya tinggi. “Proses uji sampel darahnya berlangsung cepat, hasilnya bisa langsung keluar,” katanya.

Ia menambahkan, warga yang dijadikan sampel sudah ditentukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam secara random (acak). “Bagi warga yang menjadi sampel, maka akan diberikan beras 10 kilogram,” lanjutnya.

Camat Belakangpadang, Yudi Admajianto, mengatakan, warga yang dijadikan sampel dari usia paling termuda yaitu 2 tahun, kemudian pelajar sekolah SD, SMP, dewasa, dan lansia.

Untuk proses pengambilan sampel darah, dilakukan di Puskesmas Belakangpadang, dan diambil oleh tenaga kesehatan (nakes). “Prosesnya tadi berjalan lancar. Dua orang warga yang tidak hadir karena berada di pulau lain, jadi belum bersedia datang ke puskesmas,” kata Yudi, kemarin. (*/jpg)

Update