Minggu, 18 Januari 2026

Tiga Vaksin Disiapkan untuk Anak 11 Tahun ke Bawah

Berita Terkait

batampos.co.id – Pemerintah masih mengkaji pemberian vaksin Covid-19 untuk anak usia 5 hingga 11 tahun. Ada beberapa pertimbangan yang membuat pemerintah tidak segera melakukan vaksinasi anak usia di bawah 12 tahun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan, pemberian vaksin anak usia 5–11 tahun belum bisa dilakukan tahun ini. Sebab, pemerintah harus menunggu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan emergency use authorization (EUA).

”Diharapkan segera mungkin (EUA) dikeluarkan setelah di negara asalnya digunakan untuk anak di bawah 12 tahun,” ungkap Budi.

Dalam mengeluarkan EUA, BPOM menggandeng ITAGI dan ahli. Itu dilakukan sebagai langkah hati-hati dalam memberikan izin penggunaan vaksin pada kondisi darurat. Sejauh ini ada tiga vaksin yang sedang diuji coba untuk anak usia 5–11 tahun. Yakni, Sinovac, Sinopharm, dan Pfizer. “Rencananya setelah itu (EUA, Red) keluar, asumsinya akan bisa digunakan pada 2022,” ujar Budi.

Vaksinasi dengan sasaran anak memang tidak direncanakan sejak awal. Anak usia 12–17 tahun, misalnya, baru bisa mendapatkan vaksin Covid-19 pada Juli lalu. Sedangkan vaksinasi telah dimulai pada Januari. Dengan menambahkan usia 12–17 tahun, sasaran vaksinasi menjadi lebih banyak.

Hingga kemarin (27/10), baru sekitar 14,5 persen dari sasaran vaksinasi kelompok usia 12–17 tahun yang mendapatkan dosis pertama. Sedangkan yang sudah mendapatkan dosis lengkap mencapai 11,7 persen. Secara total, lebih dari 115 juta warga Indonesia yang mendapatkan dosis pertama dan 70 juta di antaranya telah menerima dosis lengkap.

“Vaksinasi remaja atau kelompok usia 12 hingga 17 tahun harus kita percepat karena sangat penting untuk memberikan perlindungan dan rasa aman dalam pelaksanaan PTM (pembelajaran tatap muka) terbatas,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Dia meminta para orang tua dan sekolah bisa mendorong vaksinasi bagi anak yang berusia di atas 12 tahun. Menurut dia, vaksinasi terbukti dapat mengurangi risiko sakit berat jika terinfeksi virus Covid-19.

Sementara itu, di Amerika Serikat, jalan bagi anak usia 5–11 tahun untuk mendapatkan vaksin Covid-19 kian dekat. Selasa (26/10) Komite Penasihat Vaksin dan Produk Biologi Terkait yang dinaungi Badan Pangan dan Obat (FDA) melakukan pemungutan suara. Hasilnya, 17 orang setuju pemberian vaksin Covid-19 pada anak usia 5–11 tahun dan satu orang lagi memilih abstain. Tidak ada satu pun yang menolak.

Komite yang terdiri atas para pakar independen itu menyatakan bahwa manfaat pemberian vaksin jauh lebih besar daripada risikonya. Mulai melindungi kesehatan anak-anak hingga mengatasi berbagai masalah lainnya seperti akses pendidikan. Selama pandemi, sekolah-sekolah di seluruh dunia memang berlangsung secara online. Saat ini pun di banyak negara sekolah belum normal sepenuhnya, termasuk AS.

Setelah hasil voting keluar, FDA diharapkan segera memberikan izin secara resmi. Jika FDA sudah memberi lampu hijau, sekitar 28 juta anak-anak usia 5–11 tahun di AS bisa segera mendapatkan vaksin Covid-19. Diperkirakan, vaksin tersedia pada pertengahan November. Dosis untuk anak-anak telah dikurangi. Yaitu, hanya 10 mikrogram. Sedangkan dosis untuk orang dewasa 30 mikrogram. (jpg)

Update