
batampos.co.id– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bintan melakukan study banding ke MUI Kampar Provinsi Riau, Rabu (27/10) hingga Jumat (29/10). Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kapasitas manajerial organisasi dengan mempelajari kinerja MUI Kabupaten Kampar Provinsi Riau.
BACA JUGA: MUI Ingatkan Dampak Buruk Nikah Siri Tercatat dalam KK
Ketua MUI Bintan, H. Ali Ahmadi mengatakan, satu sasaran yang akan dicapai tahun ini adalah meningkatkan kapasitas manajerial. Baik peningkatan dalam pengelolaan-pengelolaan kegiatan ataupun dalam peningkatan efektifitas dan efisiensi pada pembiayaan.
Dia menjelaskan, dipilihnya MUI Kabupaten Kampar sebagai pembelajaran karena didasarkan pada pemberitaan melalui internet terkait banyaknya kegiatan kaderisasi maupun pelayanan konsultasi keluarga.
Termasuk upaya-upaya apa saja yang dilaksanakan sehingga wajah MUI Kampar ini kinerjanya luar biasa. “Ini yang kami ingin menerapkan di Bintan,” tambahnya.
Sekretaris MUI Bintan, Hanafi Yunus, mengatakan, kelebihan-kelebihan MUI Kampar dalam pencarian keterpaduan sumber-sumber keuangan juga menjadi pendukung baiknya kinerja.
Menurutnya, sumber-sumber pembiayaan selain dari pemerintah, juga didapatkan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). “Terutama dalam penyebaran da’i-da’i ke desa-desa terpencil yang umumnya daerah perkebunan,” kata Hanafi.
Wakil Ketua Umum MUI Kampar, H. Johari, mengatakan, keberhasilan kinerja berkat dukungan seluruh pengurus serta pemerintah dan Baznas, juga dukungan masyarakat.
“Yang berhasil sebenarnya komisi-komisi dalam mengeksekusi kegiatan dan anggaran pembiayan yang tersedia. Sedangkan pimpinan hanya memberikan dukungan,” kata Johari didampingi para pengurus.
Faktor keberhasilan lainnya, sebutnya, letak geografis kantor yang strategis mudah dijangkau. “Dukungan pemerintah berupa kantor yang letaknya di Markaz Islami Kampar menyatu dengan komplek masjid serta fasilitas air, listrik, jaringan internet yang cukup,” ungkapnya. (*)
Reporter: Slamet
editor: tunggul
