Minggu, 26 April 2026

Vaksinasi Lansia Digesa, Segini Capaiannya Sekarang

Berita Terkait

Ilustrasi. Vaksinator sedang berbincang dengan salah seorang lansia yang akan divaksin. Foto: Humas BP Batam untuk Batam Pos

batampos.co.id – Capaian vaksinasi di Kepri, khususnya Kota Batam semakin menggembirakan karena semakin mendekati angka 100 persen.

Hingga Jumat (12/11/2021) kemarin, sudah 87 persen dari target sasaran yang sudah divaksin untuk Batam, sedangkan se-Kepri sudah 86 persen.

”Iya, semakin mendekati 100 persen. Tepatnya sudah 789.875 warga Kota Batam divaksin dosis 1 atau 87,06 persen, dan dosis 2 sudah 652.309 warga atau 71,89 persen,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Jumat (12/11/2021).

Amsakar menyebutkan, target sasaran warga yang wajib divaksin sebanyak 907.317 orang. Semakin hari semakin bertambah karena setiap hari tim vaksinasi turun dan melayani warga yang ingin mendapatkan vaksinasi.

”Kita masih terus menggesa proses vaksinasi ini,” ujarnya.

Masih ada target sebanyak 13 persen yang harus dituntaskan hingga Desember ini. Ia berharap awal tahun depan, kondisi semakin membaik dengan capaian 100 persen.

”Tentu tahun depan kita semua harus bersiap dengan perubahan yang lebih baik. Mungkin kodisi belum pulih sepenuhnya, namun akan lebih baik dari tahun ini,” tuturnya.

Berdasarkan klasifikasi kelompok usia, untuk vaksinasi di atas 18 tahun yang divaksin dosis 1 sebanyak 691.362 orang atau 87,58 persen. Sementara dosis 2 sebanyak 574.411 orang atau 72,76 persen dari total sasaran 789.451 orang.

Klasifikasi remaja atau 12 hingga 17 tahun yang sudah divaksin dosis 1 sebanyak 98.513 orang atau sebanyak 83,58 persen. Untuk dosis 2 sebanyak 77.898 orang atau sebanyak 66,09 persen dari total sasaran 117.866 anak remaja.

”Nakes (tenaga kesehatan) kita juga sudah mencapai 9.729 orang dosis 1, 9.596 orang dosis 2 dan dosis 3 sebanyak 4.691 orang atau 84,55 persen,” sebut Amsakar.

Ia melanjutkan, untuk lanjut usia (lansia) dosis 1 mencapai 20.824 orang atau 72,07 persen. Dan dosis 2 mencapai 13.335 atau mencapai 45.15 persen dari total sasaran 28.895 orang.

Selanjutnya pelayan publik yang sudah divaksin dosis 1 sebanyak 71.820 orang atau 89,39 persen. Vaksin dosis 2 sebanyak 71.599 orang atau 89.11 persen dari total sasaran 80.346 orang.

Terakhir adalah kategori masyarakat umum dan rentan. Dosis 1 sebanyak 588.989 orang atau 87,30 persen. Dosis 2 sebanyak 479.881 orang atau 71.13 persen.

Dari total sasaran 674.662 orang. Sementara itu, untuk skala Provinsi Kepri pencapaian vaksinasi dosis pertama sudah 86 persen dan dosis kedua 68 persen.

Sedangkan vaksinasi bagi lansia, dosis pertama 68 persen dan dosis kedua 48 persen. Secara cakupan provinsi, jumlah lansia yang divaksin sudah melebihi target nasional yakni 60 persen.

”Untuk dosis pertama masih ada sebanyak 27 ribu lansia belum divaksin dan dosis kedua 44 ribu lansia,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, M Bisri, Jumat (12/11/2021).

Walaupun jumlah vaksinasi Kepri sudah di atas rerata nasional, namun masih ada beberapa kota dan kabupaten yang capaian vaksinasi lansianya di bawah target nasional.

Bisri mengatakan, ada dua daerah yang vaksinasinya sudah melebihi rerata nasional yakni Batam dan Tanjungpinang.

”Beberapa daerah lainnya, sedang menggesa juga untuk vaksinasi lansia,” tuturnya.

Vaksinasi lansia berjalan lambat. Ini disebabkan berbagai faktor, seperti banyaknya lansia yang memiliki komorbid, sehingga tidak dapat divaksin.

”Ada yang memiliki tensi tinggi, kencing manis, kanker. Komorbid seperti inilah yang jadi pertimbangan, lansia tidak dapat divaksin,” ucapnya.

Selain itu, disebabkan tidak dapat dilakukan secara massal seperti vaksinasi umumnya. Bisri mengatakan para lansia terkadang tidak bisa berjalan jauh.

”Sehingga, para nakes terpaksa mendatangi para lansia. Tapi, ini tentunya tidak bisa cepat. Kadang lansia yang didatangi, tidak bisa divaksinasi karena ada komorbidnya. Pemeriksaan terhadap lansia juga tidak bisa terburu-buru. Para dokter sangat berhati-hati dalam pemeriksaan,” ujarnya.

Bisri mengatakan, walaupun vaksinasi lansia bergerak lambat. Namun, para nakes akan tetap bergerak untuk melakukan vaksinasi. Sebab, lanjut Bisri, para lansia termasuk yang paling rentan terhadap Covid-19.

Sehingga vaksinasi lansia sangat penting, agar tidak ada korban akibat Covid-19.

”Saya harap lansia juga berhati-hati. Kasus memang melandai, tapi tetap saja penularan bisa saja terjadi. Selalu patuhi protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Batam sampai Jumat (12/11/2021), tercatat jumlah kasus aktif tersisa 10 orang. Dimana, tujuh orang di antaranya menjalani isolasi mandiri dan tiga lain dirawat di rumah sakit.

”Update sampai dengan Jumat (12/11) jumlah kasus aktif bertambah jadi 10 orang,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Covid -19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, kemarin.

Selain kasus positif, angka kematian pasien positif Covid-19 sudah tidak ada laporan lagi. Ini sudah berjalan tiga pekan ini. Didi mengaku bahwa pihaknya mengerahkan seluruh sumber daya kesehatan meningkatkan tracing.

Dimana, sesuai edaran Kemendagri meningkatkan tracing menjadi 1:15 ini dilaksanakan di seluruh puskesmas di Batam. Tracing tidak hanya bagi kontak erat, tetapi semua jenis kontak.

”Karena kalau kontak erat saja, terkadang tidak tercapai,” ungkap Didi.

Sedangkan bila melihat per wilayah, berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam per 12 November 2021 mencatat penambahan satu kelurahan lagi zona kuning yakni Batu Selicin.

Sehingga dengan adanya penambahan ini ada empat kelurahan dari 64 kelurahan di Batam berzona kuning. Adapun kelurahan lainnya, ialah Sukajadi dengan tujuh kasus aktif, Bukit Tempayan dan Batubesar dengan masing-masing satu kasus aktif.

Reporter : Yulitavia, Fiska Juanda, Rengga Yuliandra

Update