
batampos.co.id – Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong, mengatakan bahwa akan diperlukan beberapa waktu sebelum kendaraan pribadi diizinkan untuk menyeberang antara Singapura dan Malaysia.
BACA JUGA: Menghalangi Pelacakan Kontak COVID-19, Pasangan Asal Tiongkok Ditangkap di Singapura
Berbicara dengan wartawan setelah pengumuman VTL darat Singapura-Malaysia (24/11), Gan mengutarakan bahwa langkah selanjutnya dari VTL adalah memungkinkan adanya perjalanan kereta api antara kedua negara.
Pada fase pertama VTL darat yang dimulai pada 29 November, pengunjung dari kedua negara harus menggunakan layanan bus yang telah dipersiapkan.
Akan ada 32 bis yang dipersiapkan untuk jalur VTL darat Singapura-Malaysia. Tiap bus memiliki kapasitas 45 penumpang.
“Fokus kami pada saat ini adalah di bus, langkah selanjutnya mungkin kereta antar kedua tempat,” ujar Gan.
Menurutnya, alasan mengapa kedua negara menggunakan bus ialah karena bus sangat mudah untuk dikelola. Bus, yang menggunakan sistem booking, akan memudahkan pemerintah kedua negara untuk memutuskan berapa banyak orang yang akan diizinkan untuk melintasi perbatasan berdasarkan jumlah bus yang tersedia.
“Langkah selanjutnya mungkin melihat kemungkinan menggunakan kereta api untuk juga memanfaatkan akses VTL darat, sehingga warga Singapura dan Malaysia kemudian juga akan dapat menggunakan kereta api untuk bepergian. Bus maupun kereta api lebih mudah dikelola karena memiliki kapasitas yang tetap,” lanjutnya.
Gan juga mengungkapkan bahwa kuota harian VTL darat akan ditinjau setiap minggu untuk melihat apabila akan ada ruang untuk meningkatkan kuota pengunjung. (*)
Reporter: ChannelNewsAsia / Kevin Rendra Pratama
