Jumat, 3 April 2026

Novavax Mengajukan Permohonan Penggunaan Vaksin di Singapura

Berita Terkait

Vaksin Novavax. F. ChannelNewsAsia.

batampos.co.id – Perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, Novavax, mengumukan bahwa mereka telah mengajukan permohonan penggunaan di Singapura melalui Pandemic Special Access Route (PSAR) Singapura.

BACA JUGA – Kendaraan Pribadi Belum Dibolehkan pada Jalur VTL Darat Singapura-Malaysia

Novavax mengumumkan bahwa mereka telah mengajukan vaksin Covid-19, NVX-CoV2373, untuk diperiksa oleh Health Sciences Authority (HSA) pada hari Rabu (24/11).

Menanggapi isu tersebut, HSA mengemukakan bahwa Novavax telah menyerahkan data vaksinnya pada 22 November kemarin.

Menurut HSA, waktu yang diperlukan untuk meninjau vaksin tersebut akan bergantung pada kelengkapan data yang diserahkan, serta waktu yang dibutuhkan oleh Novavax untuk menanggapi pertanyaan dari HSA sendiri.

“Jadwal peninjauan dapat bervariasi dari beberapa minggu jika data lengkap dan memenuhi standar yang ditetapkan, hingga berbulan-bulan, jika ada kesenjangan data dan inkonsistensi dalam berkas,” dijelaskan HSA.

Data yang diserahkan oleh Novavax meliputi data klinis dari dua uji coba klinis Fase 3.

Percobaan pertama melibatkan 30.000 peserta di AS dan Meksiko. Percobaan tersebut menunjukkan perlindungan 100 persen terhadap penyakit sedang dan berat, serta efektivitas 90,4 persen.

Sedangkan uji coba lain yang melibatkan 15.000 peserta di Inggris menunjukkan tingkat efektivitas 89,7 persen secara keseluruhan.

“Dalam kedua uji coba, NVX-CoV2373 menunjukkan keamanan dan tolerabilitas yang meyakinkan,” kata Novavax.

Vaksin COVID-19 Novavax adalah vaksin berbasis protein yang direkayakasa dari urutan genetik Covid-19 jenis pertama.

Vaksin ini dikemas di dalam botol yang berisi sepuluh dosis. Vaksin ini diberikan dalam dua dosis 0,5 ml dengan jadwal pemberian berjarak 21 hari.

Novavax dan Serum Institute of India baru-baru ini menerima otorisasi penggunaan darurat di Indonesia dan Filipina.

Selain itu perusahaan ini juga telah mengajukan otorisasi penggunaan darurat di India dan masuk ke daftar penggunaan darurat (Emergency Use Listing) WHO. (*)

Reporter: ChannelNewsAsia / Kevin Rendra Pratama

Update