
batampos.co.id – Seorang gadis berusia tiga tahun mengalami luka parah di wajahnya setelah diserang burung merak peliharaan di Serangoon, Singapura pada hari Minggu (28/11).
BACA JUGA: Menyerang Sopir Bus, Surat Perintah Penangkapan Dikeluarkan untuk Pria Tua di Singapura
Gadis itu sedang dalam perjalanan pulang dari taman bermain dengan saudara laki-laki dan ayahnya, ketika ia berhenti di luar rumah untuk melihat burung merak peliharaan.
Merak itu kemudian menyerang gadis itu.
“Saya melihat burung merak itu mengambil dua langkah awal, ingin menyerang ke arahnya, jadi saya bergegas menuju putri saya dan mencoba menggendongnya,” dijelaskan ayah gadis itu, Joo Han.
Joo Han kemudian menggores lutut dan siku nya di trotoar saat ia mencoba untuk melindungi anaknya. Ia juga menerangkan bahwa burung merak itu menyerang mereka beberapa kali.
Pemilik merak itu dengan cepat keluar dari rumah dan membawa pulang burung itu.
“Saya kaget karena kami sering melihat burung merak berjalan-jalan di kebun binatang atau di Sentosa, jadi saya tidak menyangka mereka bisa se-agresif ini,” katanya.
Ibu gadis itu, Kris Chan, menulis di Facebook bahwa putrinya harus dibius total agar lukanya bisa dijahit.
Gadis itu dikabarkan sedang pulih dengan baik.
National Parks Board (NParks) Singapura pada hari Rabu mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki insiden tersebut.
“Kami menganggap semua insiden seperti ini dengan serius, dan kami akan menyelidiki semua masukan yang kami terima,” kata direktur kelompok komunitas manajemen hewan di Animal and Veterinary Service (AVS), Jessica Kwok (*).
Reporter: TheStraitsTimes / Kevin Rendra Pratama
