
batampos.co.id – Institut Asia Timur National University of Singapore (NUS), bersama dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan meluncurkan Korea Centre pada hari Senin (29/11) untuk mempelajari pemerintahan, diplomasi, dan perkembangan di Semenanjung Korea.
BACA JUGA: Lawan Omicron, Ahli Singapura Dorong Vaksin Booster Segera Dilakukan
Pusat penelitian tersebut bertempat di Institut Asia Timur NUS yang terletak di Bukit Timah.
Vivian menyatakan bahwa Semenanjung Korea merupakan daerah yang menarik, kompleks, dan sangat layak untuk dianalisis.
“Kita memang membutuhkan pemahaman yang lebih dalam dan lebih bernuansa tentang seluk-beluk dan implikasi perkembangan di semenanjung, serta dampaknya yang pada kita dan seluruh dunia,” lanjutnya.
Pusat ini akan dipimpin oleh Kepala Pusat Korea dan peneliti utama di Institut Asia Timur, Dr Lam Peng Er.
“Anda tidak dapat memahami Asia Timur, Cina atau Jepang tanpa memahami Korea karena mereka semua memiliki ikatan sejarah yang panjang satu sama lain, yang mempengaruhi hubungan modern mereka,” ujar Lam.
Ia menambahkan bahwa meski Institut Asia Timur secara tradisional memiliki pemahaman yang baik tentang urusan Cina dan Jepang, pusat baru akan mengisi kekosongan dalam pemahamannya, yakni Korea.
Ia juga berharap pusat tersebut dapat menghasilkan bakat bakat yang nanti bisa melahirkan perspektif unik Asia Tenggara pada Semenanjung Korea, dan bisa melayani Singapura dan ASEAN dengan menciptakan pengetahuan yang andal dan mendalam.
“Singapura harus bekerja untuk mengembangkan pemahamannya sendiri tentang (Korea) Utara dan Selatan, memanfaatkan hubungan baiknya dengan kedua negara, yang mungkin dapat memberi kita akses dan pengetahuan yang tidak tersedia bagi peneliti dari negara lain,” lanjutnya.
Pusat tersebut mengadakan konferensi internasional berjudul “Menilai Kebijakan Selatan Baru Seoul Plus: Perspektif Dari Asean, Korea dan India” Jumat lalu (3/12), dan berencana untuk menyelenggarakan konferensi dan seminar serta menerbitkan buletin triwulanan. (*)
Reporter: TheStraitsTimes / Kevin Rendra Pratama
