
batampos.co.id – Wakil Menteri Kesehatan Noor Azmi Ghazali menyatakan bahwa hampir 20.000 pasien di Malaysia yang telah pulih dari Coronavirus sedang menderita dari sindrom paska-Covid, atau “long Covid“.
BACA JUGA: Malaysia Memperketat Pengujian COVID-19 bagi Pengunjung yang Menggunakan VTL
“Hingga November tahun ini, total ada 19.890 pasien Covid-19 yang membuat janji untuk menjalani perawatan lanjutan di fasilitas kesehatan,” kata Noor Azmi di Parlemen, Rabu (8/12).
Ia lanjut menjelaskan ada lima gejala utama yang ditunjukkan oleh mereka yang mengalami sindrom pasca-Covid-19, yaitu lesu (78,9 persen), kesulitan bernapas (52,9 persen), batuk (18,1 persen), insomnia (14,5 persen) dan kecemasan (10,4 persen).
Ia juga menambahkan bahwa pasien yang menderita long Covid biasanya akan mengalami gejala empat hingga 12 minggu setelah pemulihan, dengan beberapa pasien masih mengalami gejala setelah 12 minggu.
Ia mencatat bahwa mereka yang menderita gejala long Covid akan dirujuk ke dokter spesialis untuk perawatan lanjutan, sesuai dengan protokol penanganan pasa-Covid-19 kementerian untuk memastikan bahwa mereka yang menderita long Covid memiliki akses pengobatan.
Selain RS Sungai Buloh dan RS Diklat UiTM, pasien long Covid telah dirujuk untuk 41 fasilitas kesehatan publik maupun swasta.
Perawatan yang diberikan untuk pasien Covid yang lama mencakup berbagai masalah kesehatan, tidak hanya terbatas pada gejala fisik seperti masalah kardiovaskular dan pernapasan, tetapi juga masalah kesehatan neurologis dan mental.(*)
Reporter: ChannelNewsAsia / Kevin Rendra Pratama
