Senin, 6 April 2026

Sedang Lari Pagi, Pengunjung Singapore Botanic Gardens Diserang oleh Berang-Berang

Berita Terkait

ilustrasi berang-berang

batampos – Graham George Spencer, seorang penduduk tetap Singapura, diserang oleh berang-berang, Selasa (30/11) lalu.

BACA JUGA: Singapura Sebut Tes Antigen Efektif Deteksi Covid-19 Varian Omicron

Serangan tersebut membuat Graham menderita lebih dari 20 luka, beberapa di antaranya membutuhkan jahitan.

“Saya mengira saya akan mati – mereka akan membunuh saya,” jawab George, Rabu (9/12).

George, seorang pemilik agensi pembantu, menerangkan bahwa ia diserang sekitar pukul 6.40 pagi. Ia sedang menjalankan jalan pagi rutin bersama seorang teman, mendekati pintu masuk Singapore Botanic Gardens di Taman Serasi.

Ia melihat sekitar 20 berang-berang yang sedang melintasi jalan didepannya. Ini adalah pertama kalinya dia melihat berang-berang di taman sejak ia memulai jalan paginya sekitar lima bulan yang lalu.

Hewan-hewan tersebut terpicu untuk menyerang George setelah pria lain berlari ke arah mereka. Mereka mencoba untuk menggigit pelari tersebut, yang berhasil menghindari serangan mereka dan bergerak melewati George.

Berang-berang tersebut kemudian mengincar George. Beberapa menggigit pergelangan kakinya dan menyebabkan dia jatuh terpelungkup. Mereka lalu menyerang kaki, pantat, serta jarinya.

“Mereka pasti mengira saya (pelari itu),” tambahnya.

Temannya George lalu meneriaki hewan-hewan itu, mengakibatkan berang-berang tersebut untuk berhenti sejenak.

George dan temannya kemudian berlari menuju pusat pengunjung terdekat.

Pusat itu tidak dijaga ketika mereka tiba, dengan penjaga tampaknya kembali dari istirahat setelah sekitar 10 menit.

Penjaga tersebut memberikan perban, dan staf taman lain pun mulai merawat George. Menolak tawaran untuk dibawa ke rumah sakit, dia dan temannya menuju ke Rumah Sakit Gleneagles terdekat.

Di rumah sakit, dia diberi suntikan tetanus dan antibiotik oral. Luka-lukanya juga dijahit, sebelum ia dipulangkan pada hari yang sama.

George telah kembali ke rumah sakit tiga kali untuk mengobati luka-lukanya dan telah menghabiskan sekitar $1.200 untuk tagihan medis.

George mengatakan bahwa dia ingin ada langkah-langkah yang diberlakukan untuk dapat mencegah serangan serupa.

“Anda harus menjauhkan masyarakat dari (berang-berang) karena ini akan terjadi lagi,” ujarnya.

George, yang mengatakan dia mengalami kesulitan duduk dan tidak bisa tidur nyenyak sekarang, sebelumnya telah membuat rencana untuk merayakan Natal bersama keluarganya di Inggris. Namun ia tidak yakin apakah dia cukup sehat untuk bepergian sekarang. (*)

Reporter: TheStraitsTimes / Kevin Rendra Pratama

Update