Jumat, 3 April 2026

Kasus Omicron Lokal Pertama Singapura Terdeteksi

Berita Terkait

Covid-19 varian Omicron

batampos – Telah terdeteksi dua kasus Covid-19 yang positif varian Omicron, salah satunya kasus lokal pertama Singapura.

BACA JUGA: Mencoba Menyelundupkan Burung Langka ke Singapura, Pria Dihukum Enam Bulan Penjara

Kementerian Kesehatan menjelaskan, Kamis (9/12), bahwa kasus lokal tersebut merupakan pekerja garis depan di Bandara Changi, sedangkan kasus kedua merupakan kasus impor.

“Kedua kasus telah divaksinasi lengkap dan menerima suntikan booster. Satu tidak menunjukkan gejala sementara yang lain memiliki gejala ringan,” tambah Kementerian Kesehatan.

Pekerja garis depan tersebut adalah seorang wanita Singapura berusia 24 tahun yang merupakan anggota staf layanan penumpang di Terminal 1 dan 3 Bandara Changi. Dia juga bekerja di area transit, di mana Kemenkes mengatakan dia mungkin telah berinteraksi dengan penumpang transit dari negara yang terdampak Omicron.

Dia tidak bekerja di Terminal 4, dimana tiga kasus Omicron sebelumnya terdeteksi.

Wanita tersebut dites untuk Covid-19 pada 8 Desember sebagai bagian dari pengujian rutin mingguan untuk pekerja garis depan. Tes PCR-nya mengungkapkan ada kemungkinan ia mengidap Varian Omicron.

Setelah menerima berita itu, ia mengisolasi diri di rumah sampai dia dibawa ke Pusat Nasional untuk Penyakit Menular.

Kementerian Kesehatan menambahkan bahwa Laboratorium Kesehatan Masyarakat Nasional sedang melakukan tes untuk mengkonfirmasi varian tersebut.

Kasus kedua adalah seorang penduduk tetap Singapura, 46, yang kembali ke Singapura melalui VTL dari Jerman pada 6 Desember.

Tes pra-keberangkatannya di Prancis pada 4 Desember dan tes PCR-nya pada 6 Desember negatif untuk Covid-19.

Namun ia mengalami pilek sehari kemudian dan mencari perhatian medis.

Dia dinyatakan positif Covid-19 pada 8 Desember dan ia dipastikan memiliki tanda-tanda varian Omicron pada hari berikutnya.

Contact tracing untuk kedua kasus sedang berlangsung, dan Kementerian Kesehatan mengatakan semua kontak dekat akan ditempatkan pada karantina 10 hari di fasilitas yang ditunjuk dan menjalani pengujian.

Semua staf bandara sudah menjalani tes PCR setiap minggu, dan sebagai tindakan pencegahan tambahan, mereka akan menjalani Rapid Test Antigen setiap hari selama tujuh hari ke depan. (*)

Reporter: TheStraitsTimes / Kevin Rendra Pratama

Update