Sabtu, 4 April 2026

Melalui VTL Darat, Warga Singapura Dapat Memasuki Malaysia Mulai 20 Desember

Berita Terkait

Jalur VTL Darat Singapura dan Malaysia. F. TheStraitsTimes

batampos – Warga negara Singapura yang telah divaksinasi dapat memasuki Malaysia melalui Causeway Singapura-Malaysia ketika kedua negara memperluas skema perjalanan bebas karantina di perbatasan darat, Senin (20/12) nanti.

Hal tersebut juga berlaku bagi warga Malaysia yang telah divaksinasi.

BACA JUGA: Tersangkut Kasus Covid-19, Bek Timnas Indonesia Karantina di Singapura

Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Singapura juga mengatakan pada Selasa (14/12) bahwa tidak akan ada perubahan protokol pengujian saat ini di Singapura dan Malaysia.

“Semua pengunjung yang memasuki Singapura harus mematuhi protokol pengujian yang berlaku dan langkah-langkah manajemen yang aman,” tambah Kementerian Perdagangan dan Perindustrian.

Misalnya, semua pengunjung yang memasuki Singapura harus menjalani Rapid Test Antigen Covid-19 selama tujuh hari setelah kedatangan. Mereka harus melakukan Rapid Test Antigen yang dilakukan secara mandiri setiap hari sampai hari ketujuh setelah kedatangan mereka. Tes pada hari ketiga dan ketujuh harus dilakukan di pusat pengujian.

Pengunjung yang memasuki Malaysia juga diwajibkan untuk menjalani tes Covid-19 setiap hari selama enam hari.

Skema VTL untuk perjalanan bebas karantina antara Singapura dan Malaysia dimulai pada 29 November, baik untuk perjalanan darat maupun udara.

Saat ini pengguna VTL jalur darat masih diberi pembatasan, agar pekerja dapat berkumpul kembali dengan keluarga mereka terlebih dahulu. Ini berarti bahwa wisatawan rekreasi tidak dapat memasuki Malaysia melalui Causeway, namun mereka dapat terbang ke Kuala Lumpur melalui VTL udara.

Pada konferensi pers oleh gugus tugas multi-kementerian Covid-19 pada hari Selasa, Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong mengatakan pihak berwenang akan terus memantau permintaan masyarakat untuk skema perjalanan bebas karantina.

Dia menambahkan bahwa pihak berwenang akan menyesuaikan dan meninjau kapasitas VTL yang sesuai dengan situasi kesehatan kedua negara.

Dia juga mengatakan diskusi sedang berlangsung untuk memperluas VTL tanah bebas karantina ke perjalanan kereta api. Saat ini, pengunjung VTL darat dapat melakukan perjalanan antara kedua negara hanya dengan bus-bus tertentu.

Menteri Kesehatan Malaysia, Ong Ye Kung, mengatakan perluasan skema VTL bukanlah pembukaan kembali penuh perbatasan antara kedua negara, mengingat jumlah orang yang bepergian antar perbatasan setiap hari jauh lebih banyak sebelum pandemi.

Lebih dari 300.000 orang melakukan perjalanan antara kedua negara melalui perbatasan darat setiap hari sebelum pandemi. Tetapi di bawah pengaturan VTL darat saat ini, ada batasan 2.880 orang yang bepergian dengan 64 layanan bus yang dipersiapkan.

Gan mengatakan tujuan utama perjalanan bebas karantina antara Singapura dan Malaysia adalah untuk menyatukan kembali keluarga yang telah lama berpisah.

“Saya akan mendorong Anda untuk mempertimbangkan dengan sangat hati-hati jika Anda ingin menghabiskan hanya satu hari di sana, mengingat adanya rezim pengujian,” jawab Gan saat ia menanggapi pertanyaan dari media mengenai pengunjung yang ingin pergi ke Johor Bahru untuk perjalanan sehari.

Kementerian Perdagangan dan Industri Malaysia mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (14/12) bahwa adanya perluasan lahan VTL disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari publik.

Dikatakan bahwa operator bus yang ditunjuk di bawah skema tersebut akan menawarkan tiket untuk memenuhi peningkatan permintaan.

Tiket tersebut dijual berdasarkan first come first serve. (*)

Reporter: TheStraitsTimes / Kevin Rendra Pratama

Update